KETIK, JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengunggah sebuah puisi berjudul “Adalah, Hanyalah” melalui akun Instagram pribadinya, @m.sarmuji, pada Jumat 2 Oktober 2026. Unggahan tersebut menjadi sorotan karena muncul sehari setelah dirinya resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Dalam unggahan itu, Sarmuji membagikan foto halaman buku kumpulan puisi Sebuah Perjalanan. Puisi yang ditulis pada 11 Maret 2026 tersebut menggambarkan perenungan mengenai perjalanan hidup, pencapaian, serta perubahan cara orang lain memandang seseorang ketika menaiki tangga kehidupan.

Sarmuji turut menjelaskan konteks puisi tersebut melalui keterangan unggahannya. Ia menulis, “Puisi yang saya tulis 11 Maret 2026. Dalam buku kumpulan puisi ‘Sebuah Perjalanan’.”

Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam respons dari warganet. Salah satunya datang dari akun @boyademuhammadnurdin yang menulis, “Cak sar bekerja dengan hati, membangun dengan sistem, bukan dengan pencitraan.. selamat kakanda.”

Komentar lainnya disampaikan akun @sudarman_bolo. Ia menilai Sarmuji menuangkan pengalaman dalam bentuk tulisan dan mengenang momen saat peluncuran buku tersebut.

Baca Juga:
Prabowo Lantik Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua Wantimpres

“Cak Sarmuji menuangkan pengalamannya dalam bentuk tulisan dan dibukukan. Saat peluncuran buku karyanya dan Beliau membacakan salah satu karya puisinya, tak sedikit hadirin yang meneteskan air mata, termasuk saya. Selamat mengemban amanah baru Cak Sar. Salam hormat,” tulisnya.

Isi puisi diawali dengan gambaran setiap anak tangga sebagai bagian dari perjuangan dan pencapaian. Sarmuji kemudian menyinggung bagaimana seseorang dapat memperoleh berbagai sebutan ketika kedudukannya berubah, mulai dari pejuang dan pemenang hingga sosok yang dianggap hebat karena jabatan yang dimiliki.

Adalah, Hanyalah

Setiap anak tangga ada kisahnya
Tentang perjuangan tentang pencapaian
Saat menaiki tangga, meluas cakrawala
Dan setiap naik satu tangga, aku tak lagi sama
Orang menyebut dengan cara yang berbeda

Baca Juga:
Sarmuji Masuk Kabinet Merah Putih, Pamor Wicaksono Sampaikan Harapan untuk Industri Brebes

Seorang kawan datang membisikkan “sekarang engkau adalah”
Adalah pejuang, adalah pemenang
Adalah paten adalah keren, adalah pejabat adalah hebat

Tapi saat malam sendirian
Terbit kesadaran apalah aku, siapalah aku
Dalam keheningan tubuh dan jiwaku menghilang
Yang tersisa bukan aku adalah tapi aku hanyalah

11 Maret 2026

Unggahan tersebut hadir di tengah perubahan besar dalam perjalanan politik Sarmuji. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis, 1 Oktober 2026 Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Menteri Perindustrian untuk menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih.

Sebelum masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih, Sarmuji dikenal sebagai politikus Partai Golkar. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar sejak 2024 dan sebelumnya menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI. Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR pada Pemilu 2014 dan kembali terpilih pada Pemilu 2019 serta 2024.

Muhammad Sarmuji lahir di Surabaya pada 10 Juni 1974. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Surabaya sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Jember pada 1992 dengan mengambil Jurusan Manajemen. Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia.

Perjalanan organisasinya telah dimulai sejak menjadi mahasiswa. Sarmuji pernah menjadi Ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Jember dan Ketua Umum HMI Cabang Jember. Kariernya kemudian berkembang di berbagai organisasi kepemudaan hingga Partai Golkar sebelum akhirnya masuk ke parlemen dan kini dipercaya memimpin Kementerian Perindustrian.

Di tengah peralihan dari parlemen menuju pemerintahan tersebut, puisi “Adalah, Hanyalah” yang dibagikan Sarmuji menghadirkan sisi reflektif dari perjalanan panjangnya. (*)