KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) menjajaki peluang kerja sama dengan King's College London pada 12 Juni 2026. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat kualitas akademik melalui berbagai program strategis.
Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menjelaskan bahwa upaya tersebut juga bertujuan memperluas jaringan internasional Unisma. Beberapa fokus utama dalam penjajakan kerja sama ini meliputi pengembangan kolaborasi akademik, riset, dan internasionalisasi pendidikan tinggi.
"Kami melihat banyak peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama King's College London, baik dalam bidang penelitian, publikasi internasional, pertukaran akademisi, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa," ujar Prof. Junaidi.
Terlebih, King's College London memiliki reputasi kuat dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, kesehatan, ilmu sosial, dan kebijakan publik. Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan reputasi internasional Unisma.
"Kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat kualitas akademik dan internasionalisasi Unisma," lanjutnya.
Baca Juga:
Lima Bulan Buron, Pelaku Jambret di Kota Malang Diringkus PolisiBeragam bentuk kolaborasi telah direncanakan antara kedua belah pihak, mulai dari joint research, joint publication, kuliah tamu internasional, seminar, dan konferensi internasional. Selain itu, juga dirancang program mobilitas mahasiswa dan dosen, pengembangan proposal penelitian bersama, serta peluang akses terhadap berbagai skema pendanaan riset internasional.
"Kami juga menyoroti peluang pengembangan kolaborasi di bidang transformasi digital pendidikan, pengelolaan data penelitian, penguatan kapasitas publikasi internasional, serta pengembangan program pelatihan dan sertifikasi yang dapat memberikan manfaat bagi sivitas akademika kedua institusi," katanya.
Demi percepatan realisasi kerja sama, Unisma dan King's College London juga mengidentifikasi sejumlah bidang prioritas, seperti penelitian bersama, seminar internasional, pertukaran akademik, serta pengembangan jejaring antarpeneliti.
"Jika jejaring kemitraan internasional yang dibangun semakin luas, harapannya kualitas pendidikan, budaya riset, dan mobilitas akademik juga semakin meningkat, serta mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing global," pungkasnya.