KETIK, SURABAYA – Olahraga identik dengan pakaian yang nyaman, maksimal menyerap keringat, serta cepat kering. Namun apa jadinya apabila pakaian olahraga itu digabung dengan desain batik? Muncul tren unik tersendiri.

Gabungan gaya desain pakaian olahraga dengan sentuhan budaya, batik lahir dari tangan terampil Tri Mutmainah. Ia merupakan desainer sekaligus seorang dosen di sebuah universitas di Surabaya.

Dalam gelasan Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 yang diselenggarakan di Ciputra World Mal, ia menampilkan karya yang unik ini.

"Ini merupakan koleksi pertama saya. Memang pada awalnya agak sulit mengaplikasikan wastra ke dalam tema sport fashion. Tapi ini jadi tantangan tersendiri dan saya tertantang," jelasnya pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Lebih lanjut, Tri Mutmainah menjelaskan, jika tidak asal menggoreskan cantingnya di dalam busananya tersebut karena harus sesuai dengan batik yang digambar.

Baca Juga:
Kemenhaj Ogah Cabut Aturan Dam Haji, Wamenhaj; Kami Perkuat

"Saat melakukan treatment sesuatu jangan sampai batik yang kami pilih itu salah. Jadi seperti mega mendung ini aman. Karena dia umum. Mau ditaruh di sportswear oke di pesta juga oke," tuturnya.

Tri Mutmainah sendiri pada even tersebut membawa delapan busana yang siap diperkenalkan kepada para pengunjung SSFF 2026. Delapan busana itu terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan sentuhan batik.

Kendati baru pertama kali mendesain busana olahraga dengan sentuhan batik. Tri Mutmainah mengaku ingin terus mencobanya pada kesempatan berikutnya. (*)

Baca Juga:
Eri Cahyadi Terbitkan SE, Hewan Kurban Wajib Vaksin untuk Antisipasi Penyakit