KETIK, MALANG – Kota Malang sering kali menyimpan berbagai hal unik. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah keberadaan dua perempatan jalan yang lokasinya saling berdekatan.

Terletak di dekat pintu masuk Perumahan Sawojajar, dua perempatan itu lebih dikenal masyarakat sebagai Perempatan Ranugrati. Tidak sekedar menjadi simpul jalan raya, dua perempatan ini telah menjadi simbol nadi perkembangan Kota Malang.

Kehadiran dua perempatan itu muncul seiring dengan hadirnya Perumahan Sawojajar yang mulai dibangun pada medio 1980-an. Untuk perempatan pertama yang berada di timur, menghubungkan arus lalu lintas dari Jalan Danau Toba - Jalan Danau Ranau - Jalan Dirgantara - Jalan Ranugrati. 

Sedangkan perempatan kedua yang berada di barat, menghubungkan antara Jalan Raya Sawojajar - Jalan Simpang Ranugrati - Jalan Ranugrati. Di titik inilah, pernah terdapat kejadian yang sempat menyita perhatian masyarakat yaitu amblesnya jalan akibat dampak kepadatan arus lalu lintas serta bocornya jaringan pipa air pada  Jumat, 19 April 2024.

Kepadatan arus lalu lintas yang terjadi di titik ini pun menjadi pemandangan sehari-hari. Salah seorang warga sekitar, Muhammad Qolbi, menuturkan bahwa kawasan dua perempatan Ranugrati kerap diwarnai kemacetan pada waktu-waktu tertentu.

Baca Juga:
Suka Cita Sopir Angkot Kota Malang Sambut Program Pelajar Gratis, Penghasilan Kini Lebih Menjanjikan

"Kalau pagi, bersamaan dengan anak-anak berangkat sekolah dan orang berangkat kerja. Sedangkan kalau sore, biasanya macet karena arus balik orang pulang kerja," ungkapnya kepada Ketik.com, Jumat, 28 Agustus 2026.

Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan kemacetan yang terjadi. Sebab, kemacetan tidak berlangsung lama dan dua perempatan tersebut masing-masing memiliki fungsi serta nilai strategis bagi masyarakat.

"Mau bagaimana lagi, dua perempatan ini termasuk jalur vital yang menjadi penghubung utama antara kawasan Perumahan Sawojajar dengan kawasan tengah Kota Malang," pungkasnya. 

Dengan padatnya ritme kendaraan yang melintas di dua perempatan tersebut, seolah menggambarkan denyut nadi Kota Malang yang tak pernah berhenti berdetak.

Baca Juga:
Mulai 31 Agustus 2026! 96 Angkot Gratis Bakal Antar Jemput Pelajar Kota Malang di 15 Rute

Bukan hanya sekedar penghubung jalan semata, melainkan penanda sejarah pertumbuhan kawasan Sawojajar sekaligus saksi pesatnya pergerakan mobilitas warga Kota Malang. (*)