KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang merencanakan uji coba jalan tembus di Perumahan Griya Shanta selama 10 hari. Jalan tersebut dinilai telah menjadi aset milik Pemkot Malang sehingga akses masuk ke perumahan tidak boleh ditutup.
Pasalnya, beberapa masyarakat setempat turut menolak jalan tembus di Perumahan Griya Shanta. Imbasnya masyarakat melakukan pemortalan dan membatasi akses masyarakat umum yang akan masuk ke dalam perumahan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan, pelaksanaan uji coba dilaksanakan pada pukul 05.00-21.00 WIB. Pada jam tersebut, portal di Jalan Tembus Soekarno Hatta–Candi Panggung dibuka total.
"Ini uji coba di jalan yang baru. Kita rencana melakukan uji coba selama 10 hari, dimulai besok Senin," ujar Jaya, Minggu, 26 Juli 2026.
Tak hanya jam operasional, jenis-jenis kendaraan yang dapat melintas di jalan tersebut juga dilakukan pembatasan. Kendaraan berat dengan ketinggian tertentu pun tidak diperkenankan melintas di jalan tersebut.
Baca Juga:
5 Soto Legendaris di Kota Malang yang Selalu Diburu Wisatawan, Wajib Dicoba!"Batasannya adalah kendaraan besar tidak diperbolehkan lewat. Ketinggiannya, kemudian, alat-alat kendaraan berat tidak diperbolehkan," katanya.
Beberapa kelengkapan jalan pun telah dilengkapi, mulai dari rambu, markah jalan, papan informasi, hingga pengarah jalan. Mengingat terdapat aksi penolakan warga, Pemkot Malang berpeluang menyiagakan sejumlah petugas dari jajaran Dishub, Satpol PP Kota Malang, hingga kepolisian.
"Iya betul (ada penyiagaan), memastikan fungsi jalan tidak ada hambatan dan tidak ada penundaan," lanjutnya.
Jaya menegaskan jalan tembus tersebut berfungsi untuk memberikan kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan fungsi jalan. Selama hampir 5 tahun terakhir, tingkat kejenuhan di Jalan Candi Panggung hingga perlimaan Jalan Soekarno-Hatta mendekati 1.
Baca Juga:
KORPRI UM Gelar Pelatihan Membatik, Hasil Produk Bernilai Budaya"Sudah 0,9 sekian, mendekati 1. Kalau seperti itu, (kondisinya) buruk. Maka yang paling benar solusinya adalah memanfaatkan badan jalan tembus yang sudah direncanakan. Kami memastikan saja fungsional jalan bisa dipakai," jelasnya. (*)