KETIK, MALANG – Bus Halokes yang selama ini mengangkut pelajar di Kota Malang tetap beroperasi selama satu bulan ke depan. Langkah ini diambil sesuai kesepakatan, meski Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sedang menggelar uji coba angkutan pelajar gratis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan sosialisasi terkait program angkutan pelajar gratis telah dilaksanakan.

"Kami sudah melakukan sosialisasi untuk angkutan pelajar gratis. Kami juga sudah melakukan pertemuan kepala sekolah dan TU, diajak bicara. Namun untuk sementara selama 1 bulan ini, tetap Bus Halokes kami operasionalkan juga," ujarnya, Selasa 1 September 2026.

Keputusan ini diambil agar Bus Halokes tetap dapat mengakomodasi kebutuhan pelajar akan transportasi gratis. Langkah ini sekaligus bertujuan agar masyarakat tidak kaget dengan perubahan kebijakan Pemkot Malang.

"Saling mengisi. Supaya masyarakat juga tidak begitu kaget perubahannya, sopir angkot pelajar juga bisa menyesuaikan. Masih kami dampingi selama 1 bulan ini," lanjutnya. 

Baca Juga:
Pemkot Malang Menanti Restu BKN untuk Isi 167 Jabatan Kosong

Nantinya, Bus Halokes akan menyisir para siswa yang belum tertampung angkutan pelajar gratis. Setelah masa satu bulan berakhir, Disdikbud Kota Malang akan menyerahkan kembali unit bus tersebut kepada Pemkot Malang.

"Bus halokes kami juga masih menyisir kalau misalnya ada siswa yang tidak terangkut di angkutan pelajar, yang mungkin ketinggalan. Nanti akan kami serahkan ke Pemkot Malang setelah sebulan. Itu kan asetnya pemkot. Kami hanya pengguna saja," ungkapnya. 

Dari sekitar 96 unit armada yang direncanakan, hanya 66 unit yang memenuhi syarat sebagai angkutan pelajar gratis. Menanggapi hal tersebut, evaluasi akan dilakukan setelah satu bulan masa uji coba untuk memastikan kecukupan armada bagi para siswa.

"Saya kira sudah cukup. Makanya ini diuji coba dulu selama 1 bulan. Nanti apakah Bus Halokes masih beroperasi atau tidak, nanti juga akan kelihatan. Termasuk setelah itu juga akan diuji coba selama 1 bulan lagi untuk angkot pelajar gratis saja yang beroperasi, apakah cukup atau tidak. Kalau tidak, akan memanfaatkan Bus Halokes, berdampingan," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Sound Horeg Masih Marak, Wali Kota Malang: Melanggar Aturan, Kami Bongkar