KETIK, SURABAYA – Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dijaga oleh personel kepolisian. Hal ini dikarenakan para mahasiswa menggelar aksi demonstrasi, menuntut Akhmad Muzakki turun sebagai rektor.
Puluhan polisi tersebut berjaga-jaga di depan Kampus UINSA Surabaya, Jalan Ahmad Yani. Personel polisi ini menyebar, di sudut-sudut dalam dan di luar kampus.
Para mahasiswa menyuarakan lima poin tuntutan untuk menolak Akhmad Muzakki menjadi rektor UINSA lagi.
Berikut tuntutannya:
1. Menolak Akh. Muzakki sebagai Rektor karena kasus hukum dan ketidakmampuan dalam memimpin kampus
Baca Juga:
Kompak! Mahasiswa hingga Alumni UINSA Tolak Pelantikan Akhmad Muzakki Jadi Rektor Lagi2. Kampus harus menjadi tempat yang aman dan harmonis bagi Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan
3. Mengaudit laporan pertanggungjawaban saudara Akh. Muzakki selaku Rektor UINSA
4. Menuntut Menag untuk bertindak objektif dan memilih Rektor yang terbaik sesuai dengan aspirasi warga UINSA
5. Mendesak kejaksaan untuk menaikkan statusnya menjadikan penyidikan dan menjadikan Muzakki sebagai Tersangka.
Baca Juga:
Mahasiswa UINSA Gelar Demonstrasi, Minta Pemilihan Rektor TransparanPenolakan dari Akademisi UINSA
Penolakan Akhmad Muzakki sebagai rektor UINSA juga datang dari akademisi. Di kalangan dosen, Dr. Hermanto Jakfar secara terbuka mengatakan keberatan terhadap pengangkatan kembali Muzakki sebagai rektor.
"Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," katanya.
Tak hanya dosen, keberatan kembali dilantiknya Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA juga datang dari kalangan alumni. Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni UINSA (Ika UINSA) mendesak Menteri Agama mengevaluasi kembali keputusan pengangkatan Muzakki.
“Jika nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng,” ujarnya. (*)