KETIK, MALANG – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan komitmen dalam internasionalisasi pendidikan melalui International Education Program bertajuk Building Global Mind Through International Educational Collaboration yang digelar di SDN 02 Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis, 6 Agustus 2026. Program ini menghadirkan akademisi asal Libya untuk mengedukasi siswa sekaligus menanamkan perspektif global sejak usia dini.
Program kolaborasi internasional tersebut menghadirkan Dr. Salem Ahmed Ahmed A. Elkushli, akademisi asal Libya, sebagai guest lecturer. Ia didampingi Dr. Prayudi Rahmatullah, M.HI., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan dipandu oleh Khoirun Naimah, M.Pd., sebagai moderator yang mengarahkan jalannya diskusi agar berlangsung interaktif dan komunikatif.
Kehadiran akademisi internasional di lingkungan sekolah dasar menjadi pengalaman baru bagi ratusan siswa. Sejak pagi, para tamu disambut meriah melalui penampilan seni budaya khas Indonesia yang dibawakan siswa SDN 02 Mulyoagung.
Kepala SDN 02 Mulyoagung, Puspita Rahardja, S.Pd., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam memperluas wawasan peserta didik melalui kolaborasi pendidikan lintas negara.
"Kami ingin anak-anak memiliki perspektif global sejak dini. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung berdialog dengan akademisi dari luar negeri. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal penting untuk membangun rasa percaya diri dan semangat belajar," ujarnya.
Baca Juga:
UIN Malang Ubah Jadwal PKPBA, Kini Dimulai Pukul 06.00 WIBPengawas Sekolah, Wahyuningsih, S.S., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dasar, perguruan tinggi, dan akademisi internasional merupakan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas cakrawala berpikir peserta didik.
"Program seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar juga dapat menjadi ruang lahirnya kolaborasi internasional. Anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang autentik dan inspiratif," katanya.
Dalam sesi utama, Dr. Salem Ahmed Ahmed A. Elkushli menyampaikan materi mengenai pentingnya pendidikan sebagai jembatan membangun perdamaian, persahabatan antarbangsa, dan masa depan generasi muda. Ia mengajak para siswa untuk terus belajar, menghargai keberagaman budaya, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap dunia.
Baca Juga:
Asosiasi AI Indonesia Lirik Fakultas Syariah UIN Malang untuk Kolaborasi Pengembangan SDM AIDr. Salem juga mengajak para siswa belajar bahasa Arab secara langsung. Dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan, para siswa diperkenalkan pada kosakata dasar, salam, ungkapan sehari-hari, serta cara pengucapan huruf-huruf Arab yang benar. Sesi tersebut disambut antusias. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap instruksi dan berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber.
"Belajar bahasa baru berarti membuka pintu menuju pengetahuan dan persahabatan dengan masyarakat dari berbagai negara," ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Prayudi Rahmatullah, M.HI., menjelaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan bagian dari penguatan peran UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pendidikan global berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
"Global mindset harus ditanamkan sejak anak-anak. Mereka perlu memahami bahwa dunia menawarkan banyak peluang untuk belajar, berkolaborasi, dan saling menghormati. Namun, semua itu harus tetap dibangun di atas karakter yang kuat dan kecintaan terhadap budaya bangsa sendiri," jelasnya.
Moderator kegiatan, Khoirun Naimah, M.Pd., membangun suasana dialog yang hangat antara narasumber dan para siswa. Melalui berbagai pertanyaan interaktif, siswa diajak mengenal lebih dekat budaya Libya, sistem pendidikan, kehidupan masyarakat Timur Tengah, hingga pentingnya menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Libya. Melalui kegiatan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi pendidikan.