Trump Setop Suplai Obat HIV hingga TBC ke Negara Miskin, Pakar Unair Blak-Blakan Soal Dampak untuk Indonesia

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Aziz Mahrizal

9 Feb 2025 15:07

Thumbnail Trump Setop Suplai Obat HIV hingga TBC ke Negara Miskin, Pakar Unair Blak-Blakan Soal Dampak untuk Indonesia
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Dr Ernawaty drg M Kes. (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Pada 20 Januari 2025, Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang membekukan hampir semua bantuan luar negeri Amerika Serikat selama 90 hari, termasuk pasokan obat-obatan penting untuk HIV, malaria, dan tuberkulosis (TBC) ke negara-negara miskin.

Kebijakan ini berdampak signifikan terhadap program kesehatan global yang didukung oleh USAID, seperti PEPFAR, yang menyediakan pengobatan HIV untuk lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia.

Menanggapi polemik ini, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Dr Ernawaty drg M Kes blak-blakan soal kebijakan Trump ini berdasar pada konsep mengutamakan Amerika atau yang disebut “American First”.

Namun pembekuan bantuan dan pendanaan tersebut dievaluasi karena kemungkinan besar berpengaruh pada banyak negara khususnya negara miskin.

Erna menyebut kebijakan itu dapat berefek pada banyak program kesehatan dan pendidikan yang bergantung pada bantuan AS melalui USAID.

Dengan berhentinya bantuan ini maka penanggulangan penyakit seperti HIV/AIDS, Tuberculosis dan Malaria dapat berisiko terganggu kesinambungannya.

Menurutnya, penghentian bantuan ini juga bisa memicu pemutusan hubungan kerja bagi tenaga profesional yang terlibat dalam proyek tersebut.

"Ini bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada stabilitas ekonomi lokal yang mengandalkan proyek-proyek tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa efek yang ditimbulkan dapat meluas ke bidang lainnya,” ungkapnya.

Erna menyebut bahwa Indonesia telah memperoleh diversifikasi sumber hibah kesehatan yang tidak hanya bergantung pada AS.

Selaras dengan pernyataan Menkes yang menyebut dalam bidang kesehatan Indonesia bekerja sama negara lain seperti Arab Saudi, Australia sampai India. 

“Dalam hal ini diversifikasi sumber hibah Indonesia sudah cukup beragam. Namun perlu diperhatikan bahwa pemberian dana hibah dapat memberikan beberapa masalah yang mana kemandirian suatu negara dapat berkurang dan bantuan yang bersifat sementara ini perlu diperhatikan lagi agar Indonesia tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan negara lain,” ungkapnya.

Ketergantungan dana kesehatan pada bantuan atau pinjaman luar negeri merupakan isu yang relevan dalam konteks pembangunan kesehatan di banyak negara, termasuk Indonesia.

Sementara akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi hak asasi setiap individu, realitasnya seringkali berbeda. Banyak negara berkembang menghadapi tantangan finansial dalam upaya menyediakan layanan kesehatan.

“Bantuan luar negeri dapat membantu mengatasi kekurangan dana yang ada. Dalam situasi dimana anggaran pemerintah untuk kesehatan terbatas, pinjaman dan bantuan dari lembaga internasional seperti Bank Dunia atau NGO sering kali menjadi sumber utama pendanaan. Namun, ketergantungan  inilah yang lalu menimbulkan sejumlah masalah,” ungkapnya.

Erna menambahkan, pentingnya pengembangkan strategi yang lebih mandiri dalam pendanaan kesehatan meliputi peningkatan efisiensi anggaran kesehatan, pengenalan pajak kesehatan dan penggalangan dana dari sektor swasta.

Kolaborasi dengan masyarakat  dalam perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan untuk memastikan bantuan luar negeri digunakan secara tepat dan efektif.

“Meskipun bantuan dari luar negeri dapat memberikan pengaruh besar di sektor kesehatan, ketergantungan yang berlebihan pada sumber ini dapat mengancam kemandirian sistem kesehatan," papar dr Erna.

Baca Juga:
Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

"Upaya membangun kapasitas domestik dan meningkatkan pendanaan lokal harus menjadi prioritas agar negara dapat menyediakan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,” tambahnya.(*)

Baca Juga:
Lantik Pengurus Wilayah IKA UNAIR! Gubernur Khofifah: Alumni Sebagai Orkestrator Kolaborasi Satukan Keilmuan dan Pengalaman Profesional
Baca Sebelumnya

Trending Sepekan: Rekam Jejak Irjen Pol M Iqbal hingga Kebakaran RSU Mitra Delima Bululawang

Baca Selanjutnya

Peringati HPN ke-79, Wartawan Dijamu Polres Abdya

Tags:

Donald Trump suplai obat Amerika Serikat Pakar Unair Universitas Airlangga FKM Unair dr Ernawaty american first

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar