KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur menyiapkan 12 unit feeder untuk mendukung operasional Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya rute Terminal Arjosari–Terminal Talangagung Kepanjen. Jumlah armada angkutan pengumpan menuju halte ini telah disepakati oleh Pemprov Jatim dan Pemkot Malang.

"Ada sekitar 12 unit armada yang disiapkan, dan telah disepakati baik oleh Pemprov Jatim dan Pemkot Malang," jelas Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jawa Timur Cito Eko Yuli Saputro, Kamis, 17 September 2026.

Cito mengungkapkan seluruh feeder menggunakan kendaraan baru berupa mikrobus berkapasitas 6–8 penumpang.

"Untuk feedernya memakai armada baru semua," tambahnya.

Mengenai rute detail, Dishub Jatim menyerahkannya kepada Dishub Kota Malang yang lebih memahami kawasan krisis pelayanan angkutan umum.

Baca Juga:
Pemkot Malang Ubah Sebutan Jukir, Ini Mekanisme Baru Imbal Jasa Petugas Parkir

"Terkait rutenya, sesuai arahan Dishub Kota Malang karena yang tahu trayeknya yang belum ada pelayanan. Mungkin di perumahan ke simpul-simpul yang ada haltenya," terangnya.

Selain armada baru, skema ini melibatkan pengemudi angkutan kota (angkot) eksisting yang terdampak. Setiap tujuh unit kendaraan membutuhkan sekitar 16 pengemudi. Persyaratannya meliputi kepemilikan SIM umum dan kondisi fisik yang sehat.

"SIM umum dan sehat walafiat. Ijazah tidak ada ketentuan," ungkapnya.

Pengelolaan feeder nantinya akan berbentuk badan hukum atau koperasi angkutan, yang mekanismenya masih dibahas lebih lanjut. Operasional feeder ini ditargetkan berjalan serentak dengan peluncuran Trans Jatim Koridor 2 pada Oktober 2026.

Baca Juga:
Mulai 31 Agustus 2026! 96 Angkot Gratis Bakal Antar Jemput Pelajar Kota Malang di 15 Rute

"Insyaallah, kita mengaspal bulan Oktober tetapi tanggalnya belum ditentukan. Itu program prioritas Pemprov Jatim yang harus terlaksana tahun ini," pungkasnya. (*)