KETIK, PEKALONGAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Karyomukti, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan menggelar hiburan wayang kulit dalam rangka sedekah bumi, Sabtu malam, 24 April 2026.

‎Kegiatan pagelaran wayang kulit ini disambut antusias ratusan warga yang memadati lokasi acara. Terpantau, UMKM juga laris manis.

‎Kepala Desa Karyomukti, Nur Wasis, menyampaikan bahwa sedekah bumi atau ruwat bumi merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan pada bulan Legono dalam penanggalan Jawa.

‎Tradisi tersebut menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil bumi sekaligus upaya melestarikan budaya lokal.

Ratusan warga Karyomukti antusias menyaksikan wayang kulit dalam rangka sedekah bumi (Foto: Slamet/ketik.com)

Baca Juga:
Lomba Cerdas Cermat SD Kabupaten Pekalongan 2026, Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter

‎“Kegiatan ini sebagai wujud syukur dan nguri-uri budaya, sekaligus mengenalkan kepada generasi Gen Z agar tidak melupakan budaya leluhur,” ujarnya dalam sambutan.

‎Ia juga menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya masyarakat. Pihaknya mengapresiasi kekompakan warga serta dukungan para donatur yang turut menyukseskan acara tersebut.

‎Pagelaran wayang kulit kali ini menghadirkan Ki Dalang Eko Suwaryo dari Kebumen dengan lakon “Begawan Bimo Suci”. Lakon ini mengisahkan perjalanan spiritual Bima, salah satu tokoh Pandawa, dalam mencari hakikat kehidupan dan kesempurnaan jiwa.

‎Kisah “Bimo Suci” sarat nilai filosofis tentang keteguhan, kejujuran, serta pencarian makna hidup, sehingga relevan sebagai tuntunan moral bagi masyarakat.

Baca Juga:
Penyegaran Organisasi, Kapolres Pekalongan Pimpin Sertijab Kasat Narkoba dan 4 Kapolsek

‎Acara sedekah bumi ini juga dihadiri oleh Plt Bupati Pekalongan Sukirman, jajaran Forkopincam Kesesi, serta tokoh masyarakat setempat.

‎Kehadiran para pejabat tersebut menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

‎Sementara itu, Pelaksana tugas (plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Pemdes Karyomukti.

‎Pada kesempatan itu, Sukirman menyampaikan permohonan maaf jika selama ini Pemerintah Daerah masih kurang maksimal dalam pelayanan.

‎Ia berjanji di tahun 2027 akan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan jalan Kabupaten.

‎"Anggaran yang tadinya untuk pembangunan gedung DPRD. Sesuai hasil rapat, DPRD menyetujui anggaran tersebut dialihkan untuk pembangunan infrastruktur jalan," ungkap Sukirman.

‎Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tradisi sedekah bumi tetap lestari dan mampu menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.(*)