KETIK, KEDIRI – Suasana semarak mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Wakaf Jamsaren, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 73, Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Tradisi Sebar Koin yang diyakini telah berlangsung sejak tahun 1908 kembali digelar dan menjadi daya tarik bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Rangkaian peringatan Maulid Nabi dimulai sejak pagi dengan khotmil Qur'an.
Kegiatan kemudian dilanjutkan setelah shalat Maghrib dengan pembacaan Kitab Al-Barzanji dan shalawat.
Puncak acara berlangsung setelah shalat Isya.
Baca Juga:
KONI Kediri Dorong KSAC Jadi Kawah Candradimuka Atlet Muda, 550 Pelajar Unjuk KemampuanTakmir dan jamaah menebarkan uang koin serta uang kertas dari lantai atas masjid ke arah jamaah yang berada di bawah.
Riuh suasana pun pecah ketika anak-anak dan jamaah berebut menangkap uang yang ditebarkan.
Salah seorang anak mengaku selalu menantikan tradisi tersebut setiap tahun.
Ia merasa senang bisa mengikuti kegiatan sekaligus mendapatkan uang untuk jajan dan ditabung.
Baca Juga:
Sistem Lost and Found KAI Daop 7 Madiun Selamatkan 657 Barang Penumpang Tertinggal Senilai Rp 469 Juta"Seru sekali, selalu ditunggu setiap tahun! Tadi dapat uang koin sama uang dua ribuan, lumayan buat beli jajan dan ditabung," ujarnya.
Penasihat Kegiatan Masjid Wakaf Jamsaren, H. Mahrus Mahali, mengatakan antusiasme anak-anak menjadi salah satu tujuan utama dari tradisi Sebar Koin.
Kegiatan tersebut menjadi sarana syiar untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar semakin senang datang dan memakmurkan masjid.
"Ini sarana syiar untuk mengajak masyarakat utamanya anak-anak senang memakmurkan masjid. Masjid tidak hanya tempat ibadah ritual, tapi juga wadah pembinaan keimanan dan sosial yang menyenangkan," jelas Mahrus.
Tradisi tersebut juga menjadi wadah bagi jamaah untuk berbagi melalui sedekah.
Salah seorang jamaah, Esti, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan Sebar Koin pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
"Alhamdulillah senang sekali, dapat berpartisipasi dalam momen ini," ujar Esti.
Sementara itu, Lurah Jamsaren Tri Amin Prakoso menyatakan dukungannya terhadap kelestarian tradisi Sebar Koin yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad tersebut.
Menurutnya, selain menjadi cara untuk memakmurkan masjid dan mempererat silaturahmi masyarakat, tradisi tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya religi di Kelurahan Jamsaren.
"Kami mendukung penuh kelestarian tradisi ini. Selain memakmurkan masjid, kegiatan unik ini sangat berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya religi di Kelurahan Jamsaren," tambahnya.(*)