TPS di Jalan Protokol Ganggu Kenyamanan, DLH Klaim Sebagai Strategi

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Rahmat Rifadin

29 Mei 2025 14:53

Thumbnail TPS di Jalan Protokol Ganggu Kenyamanan, DLH Klaim Sebagai Strategi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya Dedik Irianto. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Sebagai kota metropolitan Surabaya terus berkembang menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah, khususnya terkait keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di jalan-jalan protokol.

Keberadaan TPS di lokasi strategis ini memiliki dampak positif dan negatif yang perlu dikelola dengan bijak.

TPS merupakan fasilitas penting dalam sistem pengelolaan sampah kota, berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Di Surabaya, beberapa TPS terletak di jalan-jalan protokol untuk memudahkan akses pengumpulan sampah dari area padat penduduk dan komersial.

Baca Juga:
Video Viral Sampah Terjatuh dari Truk, DLH Surabaya Siapkan Teguran Tegas

Namun, penempatan TPS di jalan utama sering menimbulkan permasalahan, seperti bau tidak sedap, gangguan estetika kota dan kemacetan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Dedik Irianto mengungkapkan saat ini Surabaya memiliki sekitar 190 TPS yang tersebar di berbagai lokasi.

Misalnya di TPS Legundi, Pringgadani, Kalibokor, Bogen Tambaksari, Gebang Putih, Bratang, Kayoon, Panghela, Kertopaten, Wonokusumo kidul dan TPS Nyamplungan.

Selain itu ada beberapa titik yang bertempat di jalan protokol Kota Surabaya.

Baca Juga:
Jelang Imlek, Dekorasi Kuda Api Hiasi Sejumlah Ruang Publik di Surabaya

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 TPS merupakan TPS berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

"191 TPS dan 12 TPS 3R," jelasnya pada Ketik.co.id.

Foto Salah satu TPS di jalan protokol Surabaya. (Foto: Shinta/Ketik.co.id)Salah satu TPS di jalan protokol Surabaya. (Foto: Shinta/Ketik.co.id)

Saat ini Pemkot Surabaya sedang gencar mengenai meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah secara mandiri di lingkungan perkampungan.

Adanya pengelolaan sampah mandiri di perkampungan, secara tidak langsung akan mengurangi timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

Pengolaan sampah mandiri bisa menerapkan berbagai cara, mulai dari mendirikan bank sampah, rumah kompos, budidaya maggot, hingga bisa diolah menjadi pakan ternak.

Dengan cara ini, maka lingkungan perkampungan di Kota Surabaya akan semakin bersih dan terbebas dari sampah ke depannya.

Dedik Irianto menyampaikan, darurat sampah tidak hanya menjadi permasalahan di Kota Surabaya. Akan tetapi juga menjadi permasalahan di berbagai daerah di Indonesia.

Maka dari itu, Dedik mengajak, masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan pengolaan sampah secara mandiri.

Jika sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan meningkatkan jumlah timbulan sampah di TPA Benowo ke depannya.

“Di Kota Surabaya sendiri timbulan sampahnya dalam sehari itu mencapai 1.800 ton. Sedangkan pengelolaan sampah yang di TPA itu, dengan gasifikasi power plant yang bisa menghasilkan listrik, itu kapasitasnya hanya 1000 ton," jelasnya.

"Nah, masih ada lebih 800 ton yang harus kita upayakan untuk kita reduksi jangan sampai ke TPA. Jadi yang ke TPA dibatasi maksimal hanya 1000 seharusnya,” imbuh Dedik.

Untuk mengurangi timbulan sampah, pemkot melalui DLH Surabaya telah mengembangkan sebanyak 600 bank sampah. Selain itu, pemkot juga memiliki rumah kompos di 27 titik di Kota Surabaya. 

“Nah, di luar itu memang banyak rumah kompos yang dibangun masyarakat, salah satunya di Rungkut Kidul ini. Jadi memang seperti yang disampaikan dalam sambutan Pak Wali, penanganan masalah sampah tidak mungkin pemerintah bisa mengatasi sendiri,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Santri Putri Nurul Jadid Dibekali Strategi Dakwah Berbasis Nilai Kebangsaan

Baca Selanjutnya

Pelaku Pencurian Motor di Balai Kota Batu Dimaafkan Korban, Restorative Justice Diterapkan

Tags:

sampah Surabaya kado hut surabaya DLH Surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar