KETIK, JAKARTA – Topan Champi menyebabkan satu orang meninggal dunia, 94 orang mengalami luka-luka, dan 1.286 warga dievakuasi dari kawasan rawan bencana di Taiwan.
Meski kekuatannya mulai melemah setelah sempat berstatus supertopan, badai tersebut masih membawa angin kencang dan hujan lebat yang mengancam sejumlah wilayah.
Pusat Operasi Darurat Pusat Taiwan mencatat satu korban meninggal dunia dan 94 orang terluka hingga pukul 06.30 waktu setempat, Jumat, 23 Oktober 2026.
Korban meninggal merupakan seorang pria yang terseret ombak di pantai dekat Beauty Cave, Kecamatan Liouciou, Pingtung, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Pria tersebut ditemukan sekitar pukul 14.00 dalam kondisi tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 17.00.
Baca Juga:
Topan Champi Lumpuhkan Aktivitas Taiwan, 977 Penerbangan Dibatalkan dan Sekolah DitutupDari total korban luka, sebanyak 30 orang mengalami kecelakaan sepeda motor atau tabrakan lalu lintas.
Sebanyak 16 orang terluka akibat terjatuh, sedangkan 10 lainnya terkena papan reklame, ranting pohon, atau benda lain yang terhempas angin.
Korban luka juga mencakup dua warga negara Vietnam dan satu warga negara Indonesia.
Badan Meteorologi Pusat Taiwan atau Central Weather Administration (CWA) melaporkan, pada Jumat pukul 11.00 waktu setempat, pusat Topan Champi berada sekitar 260 kilometer di tenggara Yilan.
Baca Juga:
Sekda Lebak Tinjau Pembangunan Huntap Cigobang, 221 Unit Rumah untuk Korban BencanaBadai tersebut bergerak ke arah utara-timur laut dengan kecepatan 11–15 kilometer per jam.
Kecepatan angin maksimum berkelanjutan mencapai 155 kilometer per jam, sedangkan embusannya mencapai 191 kilometer per jam.
Radius angin kencang diperkirakan mencapai sekitar 320 kilometer sehingga dampak badai dapat menjangkau sebagian besar wilayah Taiwan.
Untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan warga, pemerintah mengevakuasi 1.286 orang dari kawasan pegunungan dan wilayah berisiko hingga pukul 06.30 pada Jumat.
Otoritas juga mendata 1.577 orang yang sebelumnya berada di kawasan pegunungan dan taman nasional hingga pukul 08.00.
Enam orang dilaporkan berlindung dengan aman di tempat perlindungan pegunungan, sementara sisanya telah turun dari kawasan tersebut.
Peringatan bahaya diberlakukan di sejumlah wilayah rawan longsor, termasuk beberapa distrik di Taipei dan New Taipei, serta daerah di Keelung, Taoyuan, Hsinchu, Miaoli, Yilan, dan Hualien.
Di Yilan, peringatan kuning dikeluarkan untuk 44 aliran sungai yang berpotensi membawa material longsor.
CWA memperkirakan hujan sangat lebat akan terjadi pada Jumat hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, terutama di wilayah utara dan timur laut serta kawasan pegunungan di bagian utara dan tengah Taiwan.
Curah hujan di sejumlah wilayah diperkirakan mencapai sekitar 90 sentimeter selama periode Kamis hingga Sabtu.
Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir bandang, tanah longsor, dan luapan air di daerah dataran rendah.
Otoritas juga memantau ketinggian air di danau penghalang yang terbentuk di Sungai Wanli, Hualien, untuk mengantisipasi risiko lanjutan.
Pemerintah Taiwan meminta masyarakat mengikuti peringatan resmi dan menghindari kawasan pesisir maupun pegunungan yang berisiko terdampak cuaca ekstrem.
Warga juga diimbau tidak mendekati pantai untuk menyaksikan ombak besar karena gelombang dapat menyeret orang ke laut.(*)