KETIK, JEMBER – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel setara bintang di Jember cenderung menurun sejak awal tahun. TPK pada Mei 2023 mencapai 35.49 persen atau dengan kata lain, dari tiap 100 kamar seluruh hotel di Jember, setiap malamnya 35 kamar terjual.
Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel setara bintang di Jember bulan Mei 2023 mencapai 1,16 hari, sama dengan bulan April 2023.
Sedangkan komposisi tamu pengunjung hotel pada bulan Mei 2023 terdiri dari 99,58 persen tamu domestik dan 0,42 persen tamu asing.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Tri Erwandi, sejauh ini Jember belum layak disebut sebagai kota wisata meski banyak potensi yang bisa dikembangkan. “Diperlukan sinergi dengan pihak lain seperti dinas pariwisata,” ujarnya.
Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak MitigasiHal itu juga dibenarkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno. “Jember ini bukan tujuan wisata, sehingga tamu yang datang untuk menginap juga tidak banyak,” tutur Teguh saat rilis inflasi dan TPK di Kantor BPS Jember, Senin (3/7/2023) siang.
Dirinya mengaku, sepanjang tahun ini pihaknya mengandalkan event-event yang diselenggarakan di Jember untuk meningkatkan okupansi hunian hotel.
“Beberapa event juga banyak namun sifatnya event lokal sehingga tidak berdampak sama sekali. Kegiatan di Jember kurang meluas,” ujarnya.
Dibandingkan dengan kota tetangga, Banyuwangi, tingkat hunian hotelnya lebih baik. Karena pengelolaan wisata Banyuwangi tertata juga merupakan destinasi tujuan wisata.
Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja“Semoga pariwisata Jember kedepannya lebih baik sehingga mampu meningkatkan hunian hotel disini,” harapnya.(*)