Tim Satgas PMK BPBD Jatim Siaga Penuh Antisipasi Penyebaran PMK

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Naufal Ardiansyah

5 Apr 2023 04:24

Thumbnail Tim Satgas PMK BPBD Jatim Siaga Penuh Antisipasi Penyebaran PMK
Penyemprotan yang dilakukan oleh Satgas PMK BPBD Jatim. (Foto: instagram @BPBD_Jatim)

KETIK, SURABAYA – Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang semakin menyebar luas membuat Satuan Tugas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur siaga penuh mewaspadai. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak masuk ke Jatim.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan titik razia menyasar perbatasan dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Bali. Selain itu BPBD Jatim juga bekerja sama dengan kepolisian dan Dinas Peternakan setempat.

"Tiap hewan ternak yang mau masuk Jatim, ada tim yang memeriksa dari dinas peternakan. Lalu kami menyemprot disinfektan dan teman kepolisian melihat berkasnya apakah distribusi hewan itu sudah sesuai dengan dokumen-dokumennya atau belum," ujarnya dalam keterangan Press Rilis BPBD Jatim, Rabu (5/4/2023).

BPBD Jatim berupaya untuk mencapai target penurunan PMK dengan menargetkan hingga nol kasus di seluruh wilayah di Jatim. Dengan upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait PMK serta memberikan bantuan jika mendapati ada ternak mati.

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

"Termasuk melakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan serta mengadakan razia di perbatasan wilayah lalu lintas hewan ternak, yang akan masuk ke wilayah Provinsi Jatim," ucapnya.

Satgas PMK BPBD Jatim juga siaga untuk mengawasi dan mengantisipasi lalu lintas sapi dari Jateng yang masuk ke Jatim atau sebaliknya, guna menekan penyebaran kasus. "Karena kalau kita giat melakukan penyemprotan dan sosialisasi di sini, tetapi dari Jateng tidak, kan bisa kebobolan. Sehingga kami minta kerja sama antar dua wilayah ini harus secara baik sehingga bisa mengantisipasi ternak dari Jateng ke Jatim atau sebaliknya," ucapnya.

Namun, lanjutnya, sesuai grafik di BPBD Jatim terjadi angka penurunan dan kenaikan cukup signifikan meski lalu lintas ternak sangat padat. Sementara itu, berdasarkan update situasi kasus penanganan PMK pada ternak di Jatim tercatat 198.364 kasus, bertambah 136 ekor menjadi 198.500 kasus per 14 Maret 2023.

Sedangkan kasus sakit, sebelumnya tercatat 2.875 ekor atau 1,45 persen, jumlah tersebut kemudian bertambah 136 ekor. Sementara untuk yang sembuh, sebelumnya ada 188.494 atau 95,02 persen, bertambah lagi tujuh ekor ternak.

Baca Juga:
Akhirnya Tak Lagi Sewa Gudang, Gedung Baru BPBD Jatim Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Logistik

Selain itu, pada kasus potong paksa tercatat 2.679 ekor atau 1,35 persen yang kemudian bertambah sebanyak 18 ekor.Menurut data dalam grafis, lanjutnya, upaya yang dilakukan Satgas PMK Jatim bersama instansi lainnya tampak membuahkan hasil dengan turunnya angka kematian ternak, yang sebelumnya 147 kasus kematian, kini menjadi 136 kasus.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya menekan angka kematian dengan melakukan vaksinasi di sejumlah kota atau kabupaten di wilayah Jatim. "Kota Surabaya mencapai 100 persen, Malang 94 persen, di Kabupaten Pacitan 112 persen, Kabupaten Tuban 111 persen dan di Kabupaten Bondowoso 104 persen," katanya.

Masyarakat atau peternak, kata dia, diimbau segera menghubungi petugas Satgas PMK di wilayahnya masing-masing jika mendapati ternaknya ditemukan kelainan atau diperlukan tindakan, termasuk untuk mendapatkan vaksin.(*)

Baca Sebelumnya

Dewan Pers Buka Lowongan Posisi Desainer Grafis dan Video Editor 

Baca Selanjutnya

Empat Kali Bertemu Petinggi Gerindra, Khofifah: Masyaallah, Silaturahmi Rek!

Tags:

BPBD Jatim PMK Satgas PMK Jawa timur Penyakit Ternak

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar