KETIK, MANOKWARI SELATAN – Tim 20 Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember (TEP ITS) menjadi pelopor penguatan rantai nilai perikanan bagi nelayan di Kabupaten Manokwari Selatan. Kelompok nelayan di kampung Distrik Oransbari menjadi sasaran program pendampingan tersebut.

"Hari ini saya apresiasi besar sekali, terkait materi rantai dingin untuk nelayan," tutur Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Manokwari Selatan, Dessy Nurhayati di Balai Kampung Margomulyo, Oransbari, Selasa, 13 Oktober 2026.

Tim TEP ITS difokuskan untuk mendampingini standarisasi penanganan hasil tangkap guna mendongkrak posisi tawar nelayan lokal. Tak hanya itu, simulasi metode rantai dingin juga dihadirkan dan dimaksudkan untuk terjaganya kesegaran komoditas laut hingga pasar skala besar.  

"Ikan yang akan dijual harus memiliki kualitas yang baik butuh penanganan yang baik pula dari penangkapan hingga masuk ke coolbox," tegas Dessy. 

 

Baca Juga:
Kolaboratif ECO UNITY 2026, Mahasiswa NTU Singapore dan ITS Kunjungi IPAM Ngagel

Proses praktik pelatihan pengemasan produk olahan ikan TEP ITS bersama masyarakat Manokwari Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026. (Foto: Tim Ekspedisi Patriot ITS 2026)

 

Selain menjaga mutu bahan mentah, TEP ITS turut melatih kelompok nelayan dan ibu-ibu produksi olahan ikan, berupa ikan asar suwir dan abon ikan tuna. Pelatihan diperkuat dengan pengenalan pengemasan modern dan penentuan target pasar.  

"Kita bisa menentukan branding dari hasil pengolahan ikan," ucap Sugiman salah satu nelayan Distrik Oransbari.  

Baca Juga:
ITS Siap Dampingi Layanan Halal Hadir di Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa 2026

Rangkaian pembekalan tersebut dapat membuka peluang kemitraan penyerapan komoditas tangkapan nelayan lokal dengan pelaku usaha yang lebih besar. Harapannya, nelayan juga dapat memahami proses penanganan hasil tangkapan, sehingga memiliki daya jual yang lebih tinggi.

Program TEP 2026 sendiri merupakan kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi RI dengan sejumlah perguruan tinggi mitra, termasuk ITS. Dengan pengabdian ini, diharapkan tim TEP ITS dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi. (*)