Tiga Dosen Unusa Ajarkan ODGJ Memasak dan Membuat Telur Asin

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Marno

17 Okt 2023 04:04

Thumbnail Tiga Dosen Unusa Ajarkan ODGJ Memasak dan Membuat Telur Asin
Para peserta menunjukkan hasil membuat telur asin yang diajarkan dosen Unusa ini, Selasa (17/10/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Tiga dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melatih Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, membuat telur asin dan memasak.

Tiga dosen ini antara lain dr. Hafid Algristian, Sp.KJ, Khamida, S.Kep., Ns., M.Kep, dan Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd. Mereka melakukan pengabdian masyarakat dengan program Mental Warriors yang didanai oleh Kemdikbud Ristek tahun anggaran 2023.

”Karena kuliner itu lebih mudah dinilai awam, dan kalau diterima, sekaligus bisa menjelaskan bahwa ODGJ itu bisa dan mampu seperti orang sehat pada umumnya,” ujar salah satu ketua tim Pengmas dr. Hafid Algristian, Sp.KJ, Selasa (17/10/2023).

Pria yang seorang psikiater sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Unusa mengatakan banyak masyarakat yang memandang buruk dengan ODGJ. Karena itu, pihaknya bersama Komunitas Peduli Keluarga ODGJ Berdaya (Kompak) Kabupaten Gresik menjangkau ODGJ yang selama ini terpinggirkan secara sosial.

Menurut Hafid, penanganan ODGJ di Kabupaten Gresik ini sudah cukup bagus. "Namun belum ada pelatihan kuliner seperti ini, agar ODGJ tidak hanya sehat namun juga mandiri secara sosio-ekonomi," ujar pria kelahiran Gresik, 36 tahun silam ini.

Foto Tim Pengmas Unusa dan Komunitas Peduli Keluarga ODGJ Berdaya (Kompak) Kabupaten Gresik usai memberikan pelatihan pembuatan telur asin dan memasak untuk ODGJ, Selasa (17/10/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)Tim Pengmas Unusa dan Komunitas Peduli Keluarga ODGJ Berdaya (Kompak) Kabupaten Gresik usai memberikan pelatihan pembuatan telur asin dan memasak untuk ODGJ, Selasa (17/10/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)

Hafid menceritakan, keberhasilan program ini semata-mata bukan karena peranan timnya saja. "Kami sangat senang mendapatkan bantuan dari terapis perilaku dari RS Grha Husada Gresik, sebagai rumah sakit rujukan tingkat lanjut di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Penjangkauan ODGJ juga dilakukan oleh kader posyandu jiwa di puskesmas setempat. Tim pelaksana program ini pun berasal dari lintas keilmuan, di antaranya Khamida, S.Kep., Ns., M.Kep dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Unusa dan Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa.

Tentu saja ODGJ tidak bisa langsung terjun dalam program kuliner ini. Perlu dilakukan seleksi agar ODGJ yang terlibat memang dalam kondisi stabil, tidak sedang gelisah. Salah satu elemen penting sebelum memulai program ini adalah pelatihan kognitif sederhana.

Baca Juga:
Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

Kemampuan sensori-kognitif ODGJ dilatih untuk merangsang pemahaman mereka terhadap perintah melalui stimulus sensorik. Misalnya, merasakan permukaan benda, mengenali arah kanan dan kiri, atau hal-hal lain yang mendukung koordinasi tubuh.

Latihan ini digabungkan dengan aktivitas sederhana seperti mencuci tangan. Selain untuk latihan sensori-kognitif, juga memberikan kebiasaan menjaga kebersihan sebelum menyentuh makanan.

Tahap selanjutnya adalah ODGJ membuat telur asin dan kue talam. Jenis makanan ini dipilih karena sederhana dan mudah dipelajari. Telur asin dijual sepuluh ribu rupiah per paket.

Ternyata produk telur asin tersebut telah mendapat respon positif. Di antaranya soal rasa yang asin dan masir, juga kemasan yang higienis.

Baca Juga:
3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

Hasil penjualan dikembalikan 100 persen kepada ODGJ dan keluarganya. Di akhir program, ODGJ dan keluarganya mendapat tambahan modal untuk meneruskan pembuatan telur asin dan kue talam tersebut di rumah.

Melalui program ini, Hafid berkeinginan menunjukkan kepada masyarakat bahwa ODGJ bisa berdaya. Melalui serangkaian program berkelanjutan, mereka mampu kembali produktif seperti orang lain.

"Kami harapkan program kuliner ini juga bisa menjawab stigma negatif kepada ODGJ yang dianggap tidak mampu, tidak mungkin bekerja. Nyatanya, itu sangat mungkin,” pungkas Hafid. (*)

Baca Sebelumnya

GKR Mangkubumi Ucapkan Terima Kasih atas Dukungan Kwarda di Berbagai Daerah

Baca Selanjutnya

Sijalinmaja Masuk Top 45 Kovablik, Satpol PP Jatim Dapat Apresiasi dari Juri

Tags:

ODGJ Pengamas Unusa Unusa nahdlatul ulama Universitas NU Surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar