KETIK, BATU – Kondisi rumah Suharminingsih, warga Jalan Dewi Sartika RT 003 RW 009, Kelurahan Temas, Kota Batu, akhirnya mendapat perhatian pemerintah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Program Bedah Rumah Prabowo.

Rumah yang telah ditempatinya selama sekitar 15 tahun itu dinyatakan tidak layak huni setelah hasil verifikasi menunjukkan sebagian besar struktur bangunan mengalami kerusakan berat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo, meninjau langsung rumah Suharminingsih, pada, Rabu, 1 Juni 2026.

Berdasarkan hasil verifikasi teknis, rumah tersebut tidak memiliki pondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Selain itu, dinding bangunan telah rapuh, lantai mengalami kerusakan, rangka atap sudah lapuk, sementara penutup atap berbahan asbes kerap bocor dan berpotensi ambruk.

Meski rumah tersebut telah memiliki akses air bersih dan fasilitas sanitasi, pencahayaan serta sirkulasi udara di dalam bangunan masih dinilai belum memenuhi standar rumah layak huni karena kondisi ruangan yang gelap dan pengap.

Baca Juga:
KTN ke-63 YPPII Kota Batu: Momentum Perkuat Pelayanan, Persaudaraan dan Toleransi

“Hasil verifikasi menunjukkan rumah Ibu Suharminingsih memang sudah tidak layak huni. Bangunan ini tidak memiliki pondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Dindingnya sudah rapuh, lantainya rusak, rangka atapnya lapuk, dan penutup atap berbahan asbes sering bocor sehingga berpotensi membahayakan penghuni,” ujar Maruarar Sirait.

Melalui Program BSPS, Suharminingsih menerima bantuan senilai Rp20 juta yang terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk biaya tenaga kerja. Selain bantuan pemerintah, program tersebut juga didukung swadaya masyarakat senilai Rp1,5 juta.

Pekerjaan renovasi dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 10 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 10 Oktober 2026.

Suharminingsih mengaku bersyukur rumah yang ditempatinya bersama anak dan cucunya akhirnya masuk dalam daftar penerima Program Bedah Rumah Prabowo.

Baca Juga:
Tinjau Bedah Rumah Program Prabowo di Kota Batu, Hashim: Presiden Ingin Rakyat Miliki Hunian Lebih Layak

“Saya sangat-sangat berterima kasih kepada Bapak Prabowo,” ucapnya haru.

Perempuan yang sehari-hari mengurus rumah tangga itu mengatakan rumah berukuran sekitar 7 x 4 meter tersebut telah dihuni selama kurang lebih 15 tahun oleh tiga anggota keluarganya.

Ia menjelaskan usulan bantuan bermula dari kepedulian Ketua RT yang melihat kondisi rumahnya semakin memprihatinkan.

“Yang mengajukan sebenarnya Pak RT,” katanya.

Menurut Suharminingsih, kerusakan paling parah terjadi pada bagian bawah bangunan yang telah lapuk dimakan usia sehingga terlihat seperti menggantung. Kondisi tersebut juga diperparah dengan atap yang sering bocor saat hujan.

“Bagian bawah rumah sudah seperti menggantung karena kayunya lapuk. Atapnya juga sering bocor, kondisinya memang sudah sangat rapuh,” tuturnya. (*)