KETIK, BREBES – Upaya menjaga warisan sejarah sekaligus mempererat tali persaudaraan antar keturunan ulama dilakukan Pondok Pesantren (Ponpes) Alhasaniyah Kedawon, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, melalui kegiatan bertajuk Wedar Sedulur, Minggu, 28 Juni 2026.
Kegiatan yang dipadukan dengan istigasah tersebut menjadi momentum untuk menelusuri kembali silsilah ulama besar Mbah Kisam Bin Ki Pencar sekaligus memperkuat hubungan antar dzuriah yang selama ini tersebar di berbagai daerah.
Ratusan jamaah, santri, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan Keraton Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Pangeran Kiswantohadiningrat beserta rombongan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes Fajar Adi Winarso, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Brebes Nurjanto, serta para tokoh agama.
Selain napak tilas sejarah, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan kesepakatan bersama para ahli waris terkait silsilah keturunan Mbah Kisam Bin Ki Pencar di Kabupaten Brebes.
Pimpinan Ponpes Alhasaniyah, KH Nurudin Syamsudin, mengatakan Wedar Sedulur merupakan ikhtiar menjaga amanah para leluhur agar sejarah perjuangan ulama tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Baca Juga:
Program Ibu Hamil Brebes Tuai Apresiasi Warga, Bupati Mitha Minta BPJS Aktif Sebelum Persalinan"Kegiatan ini adalah ikhtiar kami untuk menjaga amanah leluhur. Kami ingin generasi muda, khususnya para santri dan dzuriah, tidak kehilangan jejak sejarah. Melalui Wedar Sedulur ini, kita satukan kembali persebaran keturunan Mbah Kisam beserta silsilahnya agar saling mengenal, saling membantu, dan bersama-sama menjaga syiar Islam serta warisan budaya yang adiluhung," ujarnya.
Menurut KH Nurudin, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara ulama, umara, pihak keraton, dan masyarakat dalam menjaga ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.
Ia mengungkapkan, berdasarkan penelusuran silsilah keluarga, Mbah Kisam Bin Ki Pencar merupakan salah satu ulama yang memiliki garis keturunan hingga Prabu Brawijaya V, Raja Majapahit.
Keterangan tersebut diperkuat oleh Kanjeng Pangeran Kiswantohadiningrat dari Keraton Surakarta Hadiningrat yang hadir dalam acara tersebut.
Baca Juga:
Viral Usai Diperbaiki Warga Swadaya, Tanggul Kritis Cikeusal Kidul Brebes Akhirnya Disurvei BBWS"Mbah Hisam yang makamnya berada di Brebes berdasarkan hasil penelusuran memiliki nasab hingga Prabu Brawijaya V Majapahit, kemudian berlanjut kepada trah Senopati Mataram dari Kotagede, Surakarta, hingga Bupati Brebes pertama Ki Tumenggung Suroloyo, lalu diteruskan sampai kepada silsilah Mbah Hisam," jelasnya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai keberadaan ahli waris silsilah di Brebes. Bersamaan dengan itu, KH Nurudin Syamsudin menerima penyematan gelar kehormatan sebagai KH Raden Tumenggung Nuridin Syamsudin Hadinegoro.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Winarso, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pelestarian sejarah yang dilakukan keluarga besar Mbah Kisam Bin Ki Pencar.
Menurutnya, penelusuran silsilah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya khazanah budaya lokal sekaligus memberikan edukasi sejarah kepada generasi muda.
"Kami mengapresiasi dan menghargai para leluhur yang ada di Kabupaten Brebes. Apalagi ini berkaitan dengan silsilah keraton. Tentu menjadi edukasi baru bagi generasi muda untuk memahami sejarah daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya," katanya.
Ia menambahkan, hasil penelusuran sejarah tersebut berpeluang untuk didokumentasikan dalam arsip resmi Pemerintah Kabupaten Brebes sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan budaya daerah.(*)