Tertipu Arisan dan Investasi Bodong, Belasan Emak-Emak Muda Lapor Polisi

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Marno

16 Okt 2023 21:45

Thumbnail Tertipu Arisan dan Investasi Bodong, Belasan Emak-Emak Muda Lapor Polisi
Salah satu korban investasi dan arisan bodong melaporkan ke SPKT Polrestabes Surabaya, Senin (16/10/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Belasan Emak-emak muda Surabaya ini meluruk ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya. Mereka laporkan ke kepolisian usai menjadi korban investasi dan arisan bodong. Salah satu yang melaporkan adalah Disk Joki (DJ) Tessa Morena.

Emak-emak ini melaporkan 3 wanita berinisial FB, AL, dan TG yang diklaim sebagai owner perusahaan berinisial CG. Pelaporan yang dilakukan di SPKT Polrestabes Surabaya berlangsung sejak pukul 16.00 sampai 18.30 WIB. Usai laporan, polisi menerbitkan pengaduan masyarakat (dumas).

Salah satu korban, Vita Abriel mengaku tidak hanya arisan saja, terlapor juga diduga menawarkan investasi dengan profit bulanan yang diduga bodong.

"Ada yang duos (salah satu paket dalam program investasi dan arisan)  Rp 15 juta dan dapatnya per 14 hari Rp 16 juta dijanjikannya. Tapi baru di transfer Rp 5 juta lalu tidak ada kabar lagi," kata Vita di Polrestabes Surabaya, Senin (16/10/2023).

Hal senada disampaikan korban lainnya, Dwi Ayu. Ia mengaku berkenalan terlapor melalui Instagram serta rekomendasi dari teman-temannya. "Ya tahu dan kenal lewat IG. Lalu, dapat rekomendasi dari teman ke teman, japri-japrian juga," imbuhnya.

Ia memastikan ada ratusan korban di Indonesia. Namun, tak semuanya melaporkan hal itu ke polisi. "Harusnya ada sekitar 300 orang member (korban) tersebar di Indonesia, ada yang dari Banyuwangi, Kalimantan, sampai Bojonegoro. Tapi, yang datang ini perwakilan ada 15 orang korban," papar dia.

"Total semua kalau dilaporkan ada hampir Rp 15 miliar, kalau saya pribadi Rp 40 juta. Ada juga korban yang Rp 100 juta,  Rp 50 juta, Rp 18 juta," sambungnya.

Hal senada disampaikan korban lainnya, Mia menjelaskan, meski ia dan para korban lain hanya sebatas Dumas, bukan berarti berhenti sampai di sini. Menurutnya, tetap akan melakukan somasi dan meminta uang pada para terlapor.

"Kami diminta somasi dulu sampai 2 kali, kalau tidak datang kami diminta gugat perdata dan bisa dipidanakan," tuturnya.

Foto Salah satu korban Investasi dan Arisan bodong menunjukkan media sosial dari terduga pelaku, Senin (16/10/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)Salah satu korban Investasi dan Arisan bodong menunjukkan media sosial dari terduga pelaku, Senin (16/10/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)

Mia menegaskan, dirinya mulai mengikuti arisan itu sejak awal Pandemi Covid-19 di awal 2021. ia mengaku tergiur lantaran diiming-imingi keuntungan hingga belasan persen per bulannya.

"Dari 2021 waktu awal Covid-19 itu mulai ikut arisan. Ini tadi saya dan korban arisan serta investasi, yang paling banyak (korban) di investasi, dijanjikan bunga sampai 17% profitnya. Kami diminta somasi dulu, kalau somasi tidak digubris, kami laporan lagi ke polisi. Kami kesal, karena sudah berusaha ke rumahnya baik-baik tapi tidak ditemui," tutupnya.

Sedangkan, 3 terlapor, yakni FB, AL, dan TG tidak menanggapi pesan singkat dan telepon melalui WhatsApp Messenger. Hingga berita ini dipublish, para pemilik CV CG itu tak memberikan respons apapun. (*)

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi
Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur
Baca Sebelumnya

Fraksi Gabungan DPRK Raja Ampat Minta Pemda Tingkatkan PAD

Baca Selanjutnya

Alasan Kenapa Diperlukan KTP saat Check in Hotel

Tags:

Investasi bodong Arisan Bodong Polrestabes Surabaya surabaya SPKT Polrestabes Surabaya Dj Morena

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H