Terimbas Konflik Timur Tengah, Perajin Tempe di Malang Terpaksa Naikkan Harga

Jurnalis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dendy Ganda Kusumah

7 Apr 2026 13:27

Thumbnail Terimbas Konflik Timur Tengah, Perajin Tempe di Malang Terpaksa Naikkan Harga
Salah seorang pekerja saat melakukan proses pengolahan dan produksi tempe di Kampung Tempe Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa, 7 April 2026 (Foto : Kukuh / Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kenaikan harga kedelai impor akibat dampak konflik Timur Tengah mulai terasa di Kampung Tempe Sanan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Lonjakan ini membuat perajin tempe di kampung tersebut menyiasati situasi dengan menaikkan harga tempe yang diproduksi.

Salah seorang perajin tempe, Mustakim, mengatakan bahwa harga kedelai impor kini sudah mencapai Rp10.500 per kilogram, dari sebelumnya berkisar antara Rp9.500 hingga Rp9.600 per kilogram.

"Sebelum Lebaran, harga kedelai sudah naik. Kenaikannya tidak terjadi secara bertahap, melainkan langsung cepat sekali," ujarnya kepada Ketik.com, Selasa, 7 April 2026.

Selain harga kedelai impor yang tinggi, mereka juga dihadapkan pada masalah baru, yaitu harga kemasan plastik yang digunakan untuk membungkus tempe semakin mahal.

Baca Juga:
Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melejit Bikin Pedagang Menjerit

"Kresek satu bal biasanya saya beli Rp1,2 juta, kini sudah naik jadi Rp2 juta lebih. Sedangkan plastik rol yang biasanya Rp23 ribu, kini jadi Rp51 ribu per kilogram," ungkapnya.

Dengan adanya kenaikan tersebut, mau tidak mau ia harus melakukan penyesuaian. Ia memilih tidak mengurangi kualitas, namun harganya sedikit dinaikkan.

"Untuk tempe ukuran 200 gram yang biasanya dijual dengan harga Rp2.000 per bungkus, kini saya naikkan jadi Rp2.200 per bungkus. Sedangkan yang ukurannya agak besar, dulu harganya Rp3.500 per bungkus dan kini jadi Rp5.000 per bungkus," terangnya.

Ia mengungkapkan, kenaikan harga kedelai impor dan plastik ini terjadi akibat dampak konflik Timur Tengah, yakni perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga:
Dampak Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Kota Malang Naik Drastis

"Karena adanya perang di Timur Tengah, harga bahan baku, baik kedelai maupun kemasan plastik, jadi naik semua," tambahnya.

Diketahui, kedelai impor, khususnya yang berasal dari Amerika Serikat, memang menjadi bahan utama dalam produksi tempe. Meski harganya naik, suplai di tingkat distributor selalu tersedia.

"Sebenarnya, hasil tempe lebih bagus dan lebih enak kalau pakai kedelai lokal. Namun, kedelai lokal ini ukurannya kecil-kecil dan lebih mahal sehingga harus membutuhkan lebih banyak untuk produksi tempe," ungkapnya.

Di sisi lain, permintaan pasar akan tempe juga menurun. Meski begitu, ia mengaku cukup beruntung karena terbantu dengan adanya permintaan suplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Semakin ke sini, permintaan tempe di pasaran juga semakin menurun. Dulu, saya mampu memproduksi hingga 1 ton lebih per hari, tetapi sekarang hanya 850 kilogram per hari. Dari jumlah tersebut, paling banyak pesanan untuk MBG, yaitu sebanyak 800 lonjor tempe per hari," tandasnya.

 

Baca Sebelumnya

Gubernur Khofifah Imbau Warga Tak Panic Buying, Pemprov Jatim Perketat Pengawasan LPG dan BBM

Baca Selanjutnya

Cegah Radikalisme di Birokrasi, Pemprov DIY dan Densus 88 Perkuat Integritas ASN

Tags:

perajin tempe Harga Kedelai Impor Naik Harga Plastik Naik Dampak Konflik Timur Tengah

Berita lainnya oleh Kukuh Kurniawan

Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

13 April 2026 19:47

Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

13 April 2026 18:12

Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

Sebelum Meninggal, Polisi Pastikan Yai Mim Dalam Kondisi Sehat

13 April 2026 17:11

Sebelum Meninggal, Polisi Pastikan Yai Mim Dalam Kondisi Sehat

Yai Mim Meninggal Saat Hendak Diperiksa, Polresta Malang Kota Beberkan Kronologi

13 April 2026 16:36

Yai Mim Meninggal Saat Hendak Diperiksa, Polresta Malang Kota Beberkan Kronologi

Lewat Sambang Kamtibmas, Kapolresta Malang Kota Serap Aspirasi Warga Soal Macet dan Sampah

13 April 2026 13:51

Lewat Sambang Kamtibmas, Kapolresta Malang Kota Serap Aspirasi Warga Soal Macet dan Sampah

Fakta Baru Kasus Nikah Sesama Perempuan di Malang, Isu Eksploitasi Mencuat

12 April 2026 21:12

Fakta Baru Kasus Nikah Sesama Perempuan di Malang, Isu Eksploitasi Mencuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar