KETIK, BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro menghadiri acara malam Anugerah Penggerak Bojonegoro yang sekaligus menandai 15 tahun blokBojonegoro. Kegiatan berlangsung di D'Konco Cafe, Sambiroto, Kapas, Bojonegoro, Jumat (7 Agustus 2026).

Dalam kegiatan ini, Wakil Bupati menerima penghargaan sebagai penggerak demokrasi. Dalam kesempatan tersebut, menurut CEO Blok Media Group, Muhammad Abdul Qohhar, Anugerah Penggerak adalah sebuah penghargaan yang menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk mengapresiasi para penggerak di berbagai bidang.

Mulai dari pendidikan, kemasyarakatan, penelitian, pengabdian, akademis, hingga pemerintahan. Tujuannya untuk membangun Bojonegoro bahagia, makmur, dan membanggakan.

"Insya Allah untuk komitmen kami bagi para penggerak," ujarnya. 

Sementara itu , Dalam sambutannya, Hj. Nurul Azizah menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro yang berhalangan hadir karena bertepatan dengan agenda penetapan KUA PPAS APBD di Gedung DPRD Bojonegoro.

Baca Juga:
Pemkab dan DPRD Bojonegoro Sepakat Tetapkan KUA PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

Ia menyampaikan apresiasi Pemkab atas dukungan pemberitaan Blok Bojonegoro selama ini terhadap program-program pemerintah daerah.

"Blok Bojonegoro selalu memberikan support terhadap pemberitaan yang ada di Bojonegoro, maka ini sama dengan memberikan informasi kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Mudah-mudahan sinergi ini bisa memberikan kemanfaatan bagi kita semuanya," ujarnya.

Momentum Anugerah Penggerak juga dimanfaatkan Wakil Bupati untuk menyinggung sejumlah persoalan yang masih jadi pekerjaan rumah bersama di Bojonegoro, mulai dari peningkatan kasus HIV/AIDS, penanganan warga dengan gangguan jiwa, hingga anak yang tidak bersekolah.

Kasus HIV/AIDS di Bojonegoro ada 4.251 kasus yang berobat di rumah sakit maupun puskesmas. Kemudian ada 2.788 kasus ODGJ atau depresi, ini juga PR bersama, dan Insya Allah di akhir tahun ini rumah sakit jiwa di Bojonegoro bisa terbangun. 

Baca Juga:
Kala Babinsa TMMD 129 Bojonegoro Sambangi Peternak Kambing di Kesongo

“Selain itu ada 5.610 anak tidak sekolah, setelah diverifikasi ada 5.199. Mudah-mudahan kolaborasi antara Pemkab, media massa, masyarakat, dan akademisi bisa membuahkan keberhasilan menyelesaikan persoalan-persoalan ini bersama-sama," tambahnya.

Selain Wabup Nurul Azizah, ajang ini turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur H. Budiono dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi (SKM). (*)