KETIK, MALANG – Venue laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya akhirnya menemui titik terang. Panitia pelaksana pertandingan (panpel) Arema FC telah memilih Bali sebagai alternatif jika laga tersebut tak bisa dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
"Sementara, yang kami daftarkan di Bali," ucap Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono.
"Namun, tidak menutup kemungkinan ada venue lain yang mungkin juga lebih representatif," sambungnya.
Kendati telah menyiapkan venue cadangan, Erwin mengaku tetap berharap bisa menggelar laga tersebut di Stadion Kanjuruhan. Ia optimistis kondisi saat ini sudah lebih siap untuk menghelat laga tersebut.
Baca Juga:
Bikin Bangga! Sekda Kabupaten Malang Budiar Sabet Penghargaan Bergengsi PWI, Diakui hingga Tingkat Nasional"Salah satu keyakinan kami bisa menyelenggarakan laga kandang melawan Persebaya adalah renovasi stadion ini sendiri," ucap Erwin.
"Kalau stadion ini masih belum direnovasi, kami sebagai panitia pun tidak akan berani. Namun, dengan konteks infrastruktur yang sudah berubah, kami optimistis," sambungnya.
Arema FC dijadwalkan akan menghadapi Persebaya Surabaya pada laga pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026. Derby Jawa Timur ini dijadwalkan bakal dihelat pada Selasa, 28 April 2026.
Singo Edan sendiri terancam tidak bisa menggelar laga tersebut di Stadion Kanjuruhan. Pasalnya, pihak kepolisian belum menerbitkan rekomendasi keamanan untuk laga tersebut.
Baca Juga:
Warung Selaras Malang Hadirkan Nuansa Vintage Perpaduan Budaya Tionghoa dan JawaPihak kepolisian menyebut bahwa saat ini situasi belum kondusif untuk menggelar laga akbar tersebut di Kanjuruhan. Mereka mengaku mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti keamanan, kesiapan infrastruktur, hingga kondisi psikologis masyarakat pascatragedi.