KETIK, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf, menemukan kapasitas tenda di Arafah tidak sesuai ketentuannya. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan selisih kapasitas pada sejumlah tenda.

Irfan mengatakan, tenda yang seharusnya menampung 350 jemaah misalnya, itu ditemukan hanya tersedia 332 tempat. Sehingga berpotensi menimbulkan kekurangan ruang istirahat.

“Kami ingin memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan tempat yang layak dan nyaman saat puncak haji nanti. Karena itu, semua temuan hari ini akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Menhaj.

Pengecekan itu dilakukan pada Kamis, 21 Mei 2026, Waktu Arab Saudi (WAS). Dengan hasil temuan itu, ia meminta kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk segera ditindak lanjuti.

Karena, lanjut Menhaj, pihaknya tidak ingin kejadian serupa kembali terulang seperti tahun sebelumnya.

Selain di Arafah, pengecekan juga akan dilakukan di Mina yang menjadi lokasi tinggal jemaah lebih lama. Tim PPIH diminta bergerak cepat menyelesaikan seluruh kekurangan dalam beberapa hari ke depan, sebelum puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) tiba.

Pelaksanaan puncak haji sendiri dijadwalkan akan berlangsung selama enam hari, yang dimulai dari tanggal 8 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah. Oleh karena itu, semua kekurangan segera ditindaklanjuti.

“Kami akan hitung semuanya secara manual dan detail. Jangan sampai ada jemaah yang tidak mendapatkan tempat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Bukan Milik Kelompok! Menhaj Larang KBIHU Kuasai Tenda
Baca Juga:
Jemaah Haji Kloter 27 Tuban 'Boyong' Tradisi Malam Jumat ke Makkah