KETIK, MALANG – Menjelang momen Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027, tingkat keselamatan di perlintasan sebidang di wilayah Jawa Timur menunjukkan tren positif. Berdasarkan data, jumlah kecelakaan atau temperan dengan kereta api di perlintasan sebidang mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, Ferdian Suryo Pramono dalam acara Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang yang digelar di Kota Malang pada Rabu, 4 November 2026 sore. 

"Untuk jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang di tahun 2026, memperlihatkan adanya penurunan tren yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," jelasnya kepada wartawan. 

Ia merinci hingga awal November 2026, tercatat ada 22 kejadian temperan kereta api di perlintasan sebidang. Dengan jumlah korban mencapai 25 orang, yakni luka ringan sembilan jiwa, luka berat empat jiwa, dan meninggal dunia 12 jiwa.

Jumlah tersebut menurun dari kasus yang tercatat pada 2025 lalu yang mencapai 34 kejadian. Dengan jumlah korban mencapai 42 orang dengan rincian luka ringan 13 jiwa, luka berat 8 jiwa, dan meninggal dunia 21 jiwa. 

Baca Juga:
Menakjubkan! Penampakan Jatim dari Luar Angkasa oleh NASA

Suasana kegiatan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang yang digelar di Kota Malang pada Rabu, 4 November 2026 (Foto : Kukuh/Ketik)

Dibandingkan pada tahun 2024, mencapai sebanyak 57 kejadian dan menimbulkan 56 korban. Terdiri dari luka ringan 24 jiwa, luka berat 13 jiwa, dan meninggal dunia 19 jiwa. 

Sebagai informasi, total jumlah perlintasan sebidang di seluruh Jawa Timur hingga September 2026 tercatat sebanyak 1.172 perlintasan.

"Ini berkat hasil kolaborasi intensif antara BTP Kelas I Surabaya bersama Pemprov Jatim, Dinas Perhubungan baik tingkat kota dan kabupaten, serta para operator dari PT KAI Daop 7, 8, dan 9. Dan kami  berharap, jumlah kejadian dapat semakin ditekan dan berhenti sampai di sini," terangnya. 

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menegaskan untuk saling menaati peraturan yang berlaku saat akan melintas di perlintasan sebidang. Pada tahun 2027 akan fokus penanganan serta penguatan keselamatan perlintasan sebidang di seluruh Jawa Timur.

"Kecelakaan hampir selalu terjadi karena adanya pelanggaran, dan hampir seluruhnya fatal. Tahun depan, kami akan melakukan penanganan di perlintasan sebidang di Jawa Timur serta tentunya berkolaborasi dengan rekan-rekan PT KAI di seluruh Daop," tandasnya.(*)