KETIK, JAKARTA – Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor small medium enterprise (SME) seiring dengan fokus bisnis perseroan di segmen ritel.

Hingga Desember 2025, outstanding pembiayaan SME yang telah disalurkan Bank Muamalat mencapai Rp2,9 triliun, tumbuh 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi, mengatakan SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, sektor ini juga memiliki manajemen atau penyebaran risiko yang baik.

“Untuk itu, Bank Muamalat terus berupaya memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah,” kata Ricky, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut dia, salah satu upaya dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan kantor yang dimiliki serta digitalisasi untuk mempercepat proses pembiayaan.

Baca Juga:
Tampil Serba Kuning, Putri Adies Kadir Dilantik Anggota DPR RI Gantikan Sang Ayah

Ricky menjelaskan, saat ini Bank Muamalat memiliki 224 kantor cabang, termasuk satu kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain optimalisasi jaringan kantor, bank pertama murni syariah di Indonesia ini juga menyiapkan produk pembiayaan syariah yang relevan dengan kebutuhan nasabah.

Digitalisasi proses pembiayaan turut menjadi perhatian serius Bank Muamalat guna meningkatkan aksesibilitas calon nasabah di berbagai daerah, khususnya yang belum tersentuh layanan kantor cabang.

“Kami turut memberikan margin yang kompetitif untuk memastikan keberlangsungan usaha di tengah persaingan pasar,” ujarnya.

Baca Juga:
Tertipu Kenalan Baru di Sosmed, Pemuda asal Surabaya Kehilangan iPhone di Menteng

Dari sisi kualitas aset, Bank Muamalat berkomitmen menjaga rasio NPF pada level sesuai ketentuan regulator. Per akhir 2025, rasio NPF di sektor SME tercatat hanya 0,07 persen.

Pionir bank syariah di Tanah Air ini juga fokus menjaga kualitas portofolio yang sehat sesuai dengan risk appetite yang dapat diterima.

Adapun sektor yang menjadi fokus penyaluran pembiayaan SME di Bank Muamalat meliputi pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Tahun ini, Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan pembiayaan di sektor SME sekitar 30 persen dari realisasi tahun 2025.

Ricky optimistis target tersebut dapat dicapai melalui sejumlah strategi, di antaranya fokus pada target pasar di ekosistem pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

Bank Muamalat juga mengoptimalkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan jaringan yang dimiliki.

“Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan meningkatkan produktivitas,” katanya.

Aspek digitalisasi juga terus dikembangkan untuk menciptakan efektivitas dan kecepatan proses pembiayaan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, syariah, dan humanis sebagai fondasi pengembangan pembiayaan segmen SME.

Dukungan Bank Muamalat terhadap pelaku SME merupakan wujud komitmen perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari hulu hingga hilir. Terlebih, sektor tersebut telah terbukti mampu bertahan dalam menghadapi gejolak ekonomi. (*)