KETIK, JAKARTA – Pertandingan Grup H Spanyol vs Tanjung Verde berakhir 0-0 di Mercedes Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat pada Senin, 16 Juni 2026. Kendati demikian, pertandingan ini begitu spesial bagi Tanjung Verde.

Negara kepulauan kecil yang terletak di Samudra Atlantik atau terpisah dari daratan Afrika Barat ini, menjalani laga melawan Spanyol terasa spesial. Pertandingan Piala Dunia 2026, menjadi debut bagi segenap pemain dan negaranya.

Maka dari itu, pertandingan melawan Spanyol dijalani dengan maksimal oleh negara berpenduduk 500.000 jiwa itu. Hasilnya mereka mampu menahan La Furia Roja -- julukan Timnas Spanyol.

Pemain terbaik Tanjung Verde pada pertandingan tadi adalah kiper mereka, Vozinha. Ia tak henti-hentinya mengusap air mata, usai peluit akhir pertandingan dibunyikan.

Melansir media sosial FIFA, usai pertandingan kiper 40 tahun itu langsung memeluk rekan-rekannya seakan tak menyangka mampu tampil maksimal lawan Spanyol.

Baca Juga:
Flashback 2002, Prancis Kembali Bertemu Senegal di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

"Saya ingin mempersembahkan ini untuk kakek dan nenek saya. Tapi sayangnya mereka telah meninggal. Saya juga menangis karena ibu saya tidak bisa hadir," katanya ikutip dari ESPN.

Hasil ini memang membuat Tanjung Verde terjerembab di dasar klasemen sementara Grup H. Namun, hasil menahan Spanyol 0-0 membuat tim bertabur bintang itu tidak bisa menjadi pemuncak klasemen. Mereka bertengger di peringkat 3. Pemuncak klasemen dihuni oleh Uruguai. (*)

Baca Juga:
Hasil Piala Dunia 2026: Arab Saudi Tahan Imbang Uruguay 1-1