KETIK, MALANG – SMK Negeri 4 Malang berhasil meraih Juara 2 bidang Hotel Reception pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan di Surabaya. Keberhasilan ini menjadi pencapaian pertama bagi jurusan perhotelan yang baru hadir pada 2020.
Siapa sangka, sekolah yang selama ini dikenal dengan bidang Teknologi Informasi, Multimedia, dan Grafika ini berhasil membawa pulang piala Juara 2 pada LKS 2026 tingkat provinsi di bidang perhotelan, tepatnya Hotel Reception.
Pencapaian membanggakan ini tentu menjadi hasil yang disyukuri seluruh warga SMKN 4 Malang, khususnya para guru dan staf yang telah berupaya agar jurusan perhotelan mampu unggul.
“Kalau perasaan, yang pasti pertama itu tentu bersyukur, kemudian bangga. Bukan saya saja, semua pasti bersyukur dan bangga karena ini pecah telur,” ucap Salwa selaku pendamping siswa pada bidang lomba Hotel Reception sekaligus guru Bahasa Inggris.
Baca Juga:
Kota Madiun Raih Tiga Penghargaan Top BUMD Awards Tahun 2026Ia juga mengungkapkan bahwa siswa mulai melakukan persiapan sejak awal memasuki kelas 11. Selain pembelajaran di kelas, para siswa juga mengikuti ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mematangkan kemampuan.
Ia menjelaskan bahwa tantangan utama siswa adalah penggunaan bahasa Inggris dalam berkomunikasi dengan baik sebagai frontliner. Sementara itu, lomba Hotel Reception dari awal hingga akhir sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris.
“Anak-anak ini mengenal front office itu di kelas 11. Di situ belajarnya sangat sulit, karena untuk bisa menjadi frontliner harus mampu menguasai bahasa Inggris. Sementara kelemahan anak-anak kami adalah bagaimana berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan baik,” ujar Salwa.
“Kami juga sudah ada wadahnya, yaitu ekstrakurikulernya. Jadi anak-anak yang punya potensi, apalagi yang berminat, kami godok di situ. Nanti akan ada yang terbaik di antara yang terbaik itu,” imbuhnya.
Baca Juga:
Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?Dalam proses persiapan, guru-guru juga berusaha melatih siswa agar mampu mengontrol emosi. Dengan begitu, siswa bisa terbiasa dan tetap tenang saat menghadapi simulasi juri yang berperan sebagai customer yang komplain.
Pada lomba keterampilan siswa ini, juri akan melakukan praktik sebagai customer yang sedang komplain kepada resepsionis hotel dengan berbagai karakter. Peran siswa di sini adalah menenangkan, menjelaskan dengan baik, dan tetap ramah.
“Juri itu sebagai tamu bisa berperan menjadi orang mabuk, kemudian datang-datang menggebrak meja dan sebagainya. Belum nanti kalau dasinya, bahkan anaknya ditarik karena suatu masalah, itu pernah terjadi. Kompetisi ini full menggunakan bahasa Inggris,” ujar Salwa.
“Nah, itu serunya di situ, gongnya di situ. Bagaimana dia bisa improvisasi, tetap tenang, dan memberikan solusi dengan baik, menghadapi berbagai macam karakter manusia yang ada di depannya, tetapi tetap manis dan tetap tenang,” tambahnya.
Mengontrol emosi menjadi tantangan terbesar bagi siswa SMKN 4 Malang. Terkadang, siswa bisa blank ketika mulai gugup. Namun, latihan rutin yang dilakukan selama tiga bulan terakhir mampu meningkatkan kemampuan improvisasi sekaligus bahasa Inggris siswa.
“Jadi anak-anak ini selain bisa berbahasa, juga harus pandai improvisasi. Harus punya ide saat itu juga, bagaimana memberikan solusi ketika ada tamu komplain, menjaga emosi, dan tetap tenang. Yang penting itu tenang dulu. Kalau bisa tenang, pasti muncul ide, karena yang dihadapi manusia dengan berbagai karakter dan attitude. Tantangan terbesarnya sebenarnya di situ,” ungkap guru Bahasa Inggris tersebut.
Tak hanya itu, persiapan lomba Hotel Reception ini juga melibatkan beberapa orang dalam tim kecil yang membantu siswa berlatih. Beberapa di antaranya berperan sebagai tamu untuk membantu siswa melatih komunikasi dan improvisasi diri. (*)