KETIK, JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengaku tidak khawatir meski dirinya diduga ikut menjadi sasaran penyadapan bersama Presiden Prabowo Subianto, sejumlah menteri, dan tokoh politik.
Bahkan, ia menyebut tidak masalah jika percakapannya direkam hingga 10 kali.
"Saya gak ada bicara-bicara politik macem-macem," katanya, Minggu, 8 November 2026.
"Bicara halo-halo pada teman-teman, adik-adik kita apa kabar, sehat?," jelasnya.
Surya Paloh pun menegaskan tidak mempermasalahkan jika percakapannya direkam berulang kali. Sehingga walaupun 10 kali direkam pun, ia mengaku tidak menjadi persoalan.
Baca Juga:
PB PMII Minta Publik Tak Terpancing Narasi Benturkan Rakyat dengan PolriMenurut Surya Paloh, penyadapan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Karena itu, ia tidak ingin persoalan tersebut dibesar-besarkan hingga mengganggu stabilitas pemerintahan.
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaanpenyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo serta sejumlah menteri dan politisi.
Mereka masing-masing berinisial LSP yang diduga Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, AS yang diduga Irjen Pol Ahrie Sonta, serta NH yang diduga Irjen Pol Eko Hadi Santoso, dan SU yang diduga Irjen Slamet Uliandi.
Dalam perkara ini, para tersangka dijerat sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Mereka terancam hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara. (*)