KETIK, JAKARTA – Mayoritas masyarakat Indonesia menolak jika ada kebijakan dari pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Berdasarkan hasil survei Voxpol Center Research and Consulting, sebanyak 93,1 persen responden menyatakan tidak setuju jika harga BBM bersubsidi dinaikkan.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengatakan hasil survei ini menandakan kenaikan harga BBM akan berpotensi menambah beban pengeluaran masyarakat.
“Ini kita berterima kasih ke pemerintah ketika memang harga BBM Pertalite tidak dinaikkan," katanya.
"Tidak kebayang kalau Pertalite naik juga, nanti menjadi beban biaya hidup,” lanjut Pangi saat memaparkan hasil survei bertajuk Evaluasi 2 Tahun Kinerja Pemerintah, Program Prioritas, dan Isu Aktual, Kamis, 22 Oktober 2026.
Baca Juga:
Survei Voxpol: 94,5 Persen Masyarakat Setuju SIM Seumur HidupSurvei Voxpol Center Research and Consulting ini dilakukan pada 3–12 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Penelitian tersebut menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.
Dari sisi demografi, komposisi responden terdiri atas 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.
Berdasarkan kelompok usia, responden didominasi generasi milenial dengan persentase 36,1 persen. Selanjutnya, generasi X mencapai 34,3 persen, generasi Baby Boomer sebesar 16,6 persen, dan generasi Z sebanyak 13 persen.
Baca Juga:
Survei Voxpol: 92,8 Persen Masyarakat Setuju Sekolah Gratis hingga Perguruan TinggiHasil survei ini memperlihatkan bahwa persoalan harga BBM bersubsidi menjadi isu penting bagi masyarakat, terutama karena berkaitan langsung dengan biaya hidup sehari-hari. (*)