Oleh: Vera, anak korban konflik Aceh yang kehilangan sosok ayah 26 tahun lalu.

Assalamualaikum, Ayah.

Yah, hari ini mereka berbondong-bondong ke Banda Aceh untuk melakukan Dzikir Akbar dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Aceh ke-21 tahun.

Yah, nggak terasa, 21 tahun katanya Aceh ini sudah damai.

Sementara aku masih terbelenggu dalam duka sejak 26 tahun lalu.

Baca Juga:
Lazismu Abdya Siapkan Kotak Infak hingga Layanan Jemput Donasi

Yah, kemarin aku membaca di salah satu akun TikTok, ada anak yang baru menemukan makam ayahnya setelah 20 tahun pasca konflik Aceh.

Lantas, giliranku kapan, Yah.?

Kapan aku bisa melihat makam Ayah?

Kapan aku bisa menabur bunga di makam Ayah seperti orang lain?

Baca Juga:
Banjir di Babahrot Bercampur Material Gunung, Aktivitas Tambang Bijih Besi Disorot Warga

Atau aku memang tak berhak atas semua itu, Yah?

Banyak orang mengatakan, "Nggak penting di mana makam Ayah, yang penting doa saja..!!!"

Yah, mereka mudah bicara demikian karena mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan.

Mereka tidak menanggung beban yang aku tanggung, Yah.

Yah, ke mana harus aku mencari tahu tentang Ayah?

Sama siapa aku harus bercerita tentang Ayah?

Aku tidak berharap banyak dari pemerintahan Aceh ini, atas segala pengorbanan Ayah.

Tapi setidaknya ada yang memberikan jejak dan informasi di mana Ayah terakhir kali.

Biarkan aku dengan langkah kecilku ini menelusuri tempat itu. (*)