KETIK, LUMAJANG – Sebagian warga Desa Mlawang Kecamatan Klakah Lumajang mengeluhkan aliran air dari Perumdam Tirta Mahameru yang mulai tersendat. Kondisi ini menyulitkan warga untuk keperluan sehari-hari, karena air sering mati selama seharian.

Kondisi ini selain sudah disampaikan kepada petugas yang datang ke rumah warga saat kontrol meter air, juga disampaikan melalui Anggota DPRD Jatim dari PKS Drs. H. Khusnul Khuluk.

Politisi PKS ini menyebut, di wilayah utara masalah air memang merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. Jika air dari Perumdam Tirta Mahameru tidak mengalir, maka solusi satu-satunya adalah membeli air yang biasanya dikirim dalam bentuk tangki.

“Kalau sampai seharian, warga akan membeli air melalui tangki yang sudah bisa beroperasi di daerah ini,” kata Khusnul Kuluk.

Khusnul Khuluk berharap jika minimnya suplay air di Perumdam Tirta Mahameru karena kebocoran jaringan, maka perbaikan harus segera dilakukan, agar warga kembali bisa mendapatkan suplay air yang memadai.

Baca Juga:
34 Desa di Pacitan Jawa Timur Terancam Kekeringan, DPRD Minta Aksi Cepat Pemerintah

“Karena kemarin ketika penggunaan mata air di Sumberwringin itu dimulai, air untuk wilayah Desa Mlawang lancar. Sekarang ini mulai tersendat lagi,” kata Khusnul Khuluk.

Memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, wilayah utara Lumajang memang menjadi wilayah yang selalu kekurangan air. Tak hanya kepada Perumdam Tirta Mahameru, BPBD Lumajang juga diharapkan untuk mulai mempersiapkan suplay air, karena warga sangat penting bagi warga setempat.

“Sekarang ini musim hajatan juga, kalau air sulit, maka warga akan sangat merasakan susahnya ketika sedang ada hajatan atau ketika ada keluarga yang meninggal dunia,” urai Khusnul Khuluk.

Baca Juga:
Cegah kebakaran, Ratusan Relawan di Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan