KETIK, JOMBANG – Kekeringan yang melanda Dusun Brangkal, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memaksa warga mencari sumber air hingga ke dasar sungai yang mengering. Kondisi ini terjadi setelah sumur-sumur warga mulai mengering sejak sebulan terakhir.
Suko (57), warga Dusun Brangkal, mengaku harus berjalan sekitar 300 meter untuk mendapatkan air dari lubang-lubang di dasar sungai. Air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci pakaian hingga memasak.
“Sejak satu bulan lalu air sumur sudah mulai kering. Kadang mengambil air di lubang-lubang dasar sungai yang mengering,” ujar Suko, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kondisi itu membuat warga harus mencari cara lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Sementara untuk kebutuhan minum, Suko memilih membeli air mineral isi ulang dengan harga Rp6.000 per galon.
Kesulitan warga semakin terasa karena fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang tersedia di dusun tersebut belum bisa menjadi solusi.
Baca Juga:
Kekeringan 5 Bulan di Jember, Warga Mandi di Sungai dan Petani Tembakau MerugiMenurut warga, air yang dihasilkan terasa asin sehingga tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Padahal, fasilitas Pamsimas itu telah dibangun sejak 2025. Namun, hingga kini, persoalan kualitas air masih membuat warga belum bisa memanfaatkannya sebagaimana diharapkan.
Kepala Dusun Brangkal, Suwoto, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga sejak awal Oktober. Seluruh sumur warga di wilayahnya dilaporkan telah mengering.
“Mulai bulan Oktober sudah mengalami kekeringan. Sumur warga sudah kering semua sumbernya,” jelasnya.
Baca Juga:
Atasi Krisis Kekeringan, Anggota DPRD Sampang Rutin Salurkan Air Bersih hingga ke PesantrenSebelum bantuan air bersih datang, warga terpaksa mengandalkan air yang diperoleh dari sungai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 150 kepala keluarga atau kurang lebih 700 jiwa yang tersebar di RT 01, RT 02, dan RT 04 Dusun Brangkal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang kemudian menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20.000 liter untuk warga Dusun Brangkal dan Dusun Jiporapah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di tengah kondisi kekeringan yang belum teratasi. (*)