KETIK, MALANG – Para sopir angkot menyambut dengan suka cita operasional angkutan pelajar gratis Kota Malang. Sepinya penumpang menjadi salah satu alasan banyak yang memutuskan untuk bergabung dalam program tersebut.
Salah satunya Bung Ali, sopir angkot MK yang mengaku senang dapat bekerja sama dengan Pemkot Malang. Ia pun sempat mengeluh sulitnya mendapatkan penumpang.
"Sangat senang bergandengan dengan pemerintah. Sekarang kalau di jalan, penumpang itu sudah gak ada. Kebetulan ini bergandeng pemerintah, menyambung hidup yang lebih baik," ujarnya, Jumat 28 Agustus 2026.
Biasanya dalam sehari, Bung Ali dapat membawa pulang hasil angkot Rp30.000-40.000 per hari. Namun saat ini dalam satu kali pulang pergi dalam sehari hanya menghasilkan Rp10.000-15.000 akibat kesulitan mencari penumpang.
"Jadi sekarang dalam sehari bawa pulang uang Rp25.000 itu sudah banyak. Itu kadang nggak dapat. Bensin nggak balik. Saya juga gak ada pekerjaan lain, cuma sopir ini," lanjutnya.
Baca Juga:
Unik! Dua Perempatan Saling Berdekatan di Malang Ini Jadi Jalur Vital Warga, Jarang Terjadi MacetUntuk itu meskipun terdapat beberapa persyaratan tertentu selama mengoperasikan angkot pelajar, Bung Ali pun sigap menyanggupi. Mulai dari tidak merokok selama jam operasional, berpakaian rapih, dan lainnya.
"Tidak merokok waktu jalan kendaraan itu bisa. Terus pakaian rapi juga bisa. Enggak sulit kan cuma berapa jam," ujarnya.
Dalam program angkot pelajar gratis ini, Bung Ali mendapatkan jatah untuk berada di Rute 4. Mulai dari SMPN 22 Mulyorejo, Madyopuro, Wisnuwardhana, Pandanwangi, hingga menuju SMPN 24 Kota Malang.
"Kalau yang dijanjikan Pemkot Malang katanya berkelanjutan. Per kilometer Rp6.000, nanti kalau jalannya lebih panjanh ya dapat agak banyak. Kalau rutenya pendek ya dapat sedikit," terangnya. (*)