Suhu Ekstrem di Palembang Capai 36,2 Derajat Celsius, Begini Penjelasan BMKG

Jurnalis: Wisnu Akbar Prabowo
Editor: Mustopa

4 Sep 2024 11:46

Thumbnail Suhu Ekstrem di Palembang Capai 36,2 Derajat Celsius, Begini Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel telah menncatat, suhu tertinggi di Kota Palembang menyentuh angka 36,2 derajat Celsius selama musim kemarau 2024. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – Awal bulan September menjadi hari-hari terpanas yang dirasakan oleh masyarakat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya warga Kota Palembang.

Cuaca terik yang terjadi di pertengahan musim kemarau ini kembali tercatat sebagai cuaca panas ekstrem dengan rata-rata suhu perharinya mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel mencatat, selama bulan Agustus 2024, suhu tertinggi di Kota Palembang tercatat mencapai 34,8 derajat Celsius.

Namun, dari tanggal 1 sampai 4 September 2024, suhu tertinggi di Kota Palembang mengalami peningkatan hingga menyentuh angka 36,2 derajat Celsius.

Baca Juga:
Kota Surabaya dan Sidoarjo Diprediksi Berawan Hari Rabu, 15 April 2026! Cek Daerahmu Sekarang

Mengenai suhu ekstrem ini, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto Fauzi menjelaskan, secara meteorologi, suhu cuaca yang melebihi 35 derajat Celsius sudah melebihi ambang batas normal suhu rata-rata di musim kemarau.

“Suhu udara yang terasa cukup gerah atau panas ini terekam di waktu menjelang siang hari sampai jam 3 sore,” tutur Siswanto, Rabu 4 September 2024.

SIswanto menjelaskan, cuaca panas ini terjadi karena adanya gerak semu matahari yang bergerak dari belahan bumi utara menuju belahan bumi selatan, yang mana pada bulan September matahari melintasi garis khatulistiwa.

Berdasarkan letak geografisnya, Siswanto menambahkan, provinsi Sumsel khususnya Kota Palembang merupakan daerah yang dekat dengan garis khatulistiwa. Hal tersebut menyebabkan suhu udara di Provinsi Sumsel mengalami kenaikan secara signifikan.

Baca Juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa 14 April 2026: Jakarta dan Bandung Cerah

“Kebetulan Sumsel ini kan tidak jauh berada dari garis khatulistiwa. Artinya, inilah yang menyebabkan cuaca jadi lebih panas, karena matahari sedang berada lebih dekat dengan daerah kita,” kata dia.

Selain itu, cuaca panas juga semakin terasa karena kelembapan udara di musim kemarau ini relatif rendah. Siswanto menerangkan, kelembapan udara yang rendah berpengaruh pada pertumbuhan awan konvektif yang menjadi berkurang.

“Minimnya pertumbuhan awan-awan ini menyebabkan sinar matahari ini langsung mengenai permukaan, tidak ada tabir penghalangnya. Itulah yang menyebabkan suhu di Kota Palembang menjadi sangat panas,” jelasnya.

Meski demikian, ia menyebut anomali cuaca panas yang terjadi pada musim kemarau ini masih terbilang normal dan tidak separah seperti yang dibayangkan.

Siswanto pun menambahkan, perkiraan suhu ekstrem ini akan terus berlanjut sampai dasarian I atau sepuluh hari pertama di bulan September 2024.

Ia mengimbau masyarakat Kota Palembang untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan sebisa mungkin memakai pelindung kulit untuk mengurangi paparan sinar matahari jika harus beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, dia juga menekankan masyarakat untuk menjaga kadar cairan tubuh dengan banyak mengonsumsi air putih agar tidak terjadi dehidrasi.

“Kalau memang aktivitasnya harus di luar ruangan ya sebisa mungkin harus memakai pelindung kulit kita dari sinar matahari, karena memang begitu panas sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat paparan sinar matahari penuh,” lanjut Siswanto.

Cuaca ekstrem dan bencana karhutla

Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini juga berkaitan dengan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda di beberapa wilayah tanah gambut di Sumsel.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Spartan), Siswanto menyebutkan, cuaca panas serta curah hujan rendah menyebabkan lahan-lahan gambut di wilayah Sumsel menjadi kering dan rentan terbakar.

Siswanto menggarisbawahi bahwa bencana karhutla yang setiap tahunnya terjadi di Sumsel berkaitan dengan aktivitas manusia yang memanfaatkan musim kemarau untuk membuka lahan.

“Saya pikir kalau bencana karhutla ini tidak mungkin terjadi sendiri ya, seperti misalnya gara-gara gesekan ranting gitu sepertinya tidak. Yang pasti ada sumber apinya dulu baru bisa meluas,” ujar dia.

Maraknya bencana karhutla juga berpotensi pada kenaikan suhu rata-rata perhari. Kabut asap yang disebabkan karhutla membuat udara menjadi semakin kering, sehingga cuaca akan terasa lebih panas dari biasanya.(*)

Baca Sebelumnya

Pemerintah Kembali Hadiahkan Insentif Fiskal Rp 11,64 Miliar untuk Nagan Raya

Baca Selanjutnya

Maarten Paes Dipastikan Berlaga Bela Indonesia Lawan Arab Saudi

Tags:

Suhu Cuaca ekstrem palembang Kota BMKG Karhutla musim Kemarau Khatulistiwa matahari

Berita lainnya oleh Wisnu Akbar Prabowo

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

10 Februari 2025 19:09

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

7 Februari 2025 16:29

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

31 Januari 2025 14:09

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

30 Januari 2025 17:35

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

28 Januari 2025 12:16

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

28 Januari 2025 11:05

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar