KETIK, JAKARTA – Cuaca panas Arab Saudi diperkirakan masih terus melanda dengan rata-rata sekitar 46 derajat celcius setiap harinya. Kondisi tersebut membuat jemaah calon haji asal Indonesia, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan serangan panas selama menjalankan ibadah di Makkah.
Juru Bicara Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaf, dalam keterangan resminya mengatakan, jemaah diimbau memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
“Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik," kata Maria dikutip dari laman kemenhaj. Karena itu, lanjut Maria, stamina perlu dijaga sejak sekarang agar jemaah dapat menjalani Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dengan baik.
Rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna sendiri berlangsung selama lima sampai enam hari. Yaitu dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah dan berakhir pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Para jemaah nantinya akan melakukan wukuf di Padang Arafah sejak waktu Zuhur hingga terbenam matahari. Lalu bergerak ke Muzdalifah untuk mabit, lalu melempar jumrah Aqabah, Ula, Wustha, dan Ula di Jamarat.
Baca Juga:
Jelang Puncak Haji, PPIH Bentuk Timsus Mina untuk Jemaah Lansia dan SakitKhusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau risiko tinggi, Kemenhaj meminta agar selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan, ketua regu, ketua rombongan, maupun petugas sektor apabila mengalami keluhan kesehatan.
Supaya jemaah calon haji ini bisa tertangani dengan baik. Petugas kesehatan haji Indonesia hingga saat ini terus melakukan pemantauan aktif, edukasi kesehatan, serta pendampingan kepada jemaah di hotel, sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.
Supaya mereka (jemaah calon haji), tetap sehat dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, Kemenhaj juga mengimbau jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung, alas kaki, dan masker apabila diperlukan saat beraktivitas di luar hotel. Hal ini guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.
"Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji," pungkasnya. (*)