SPPG Ringinanyar Blitar Beroperasi Tanpa Ahli Gizi Sejak Hari Pertama, Izin dan IPAL Belum Tuntas

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Mustopa

26 Feb 2026 22:00

Thumbnail SPPG Ringinanyar Blitar Beroperasi Tanpa Ahli Gizi Sejak Hari Pertama, Izin dan IPAL Belum Tuntas
SPPG Ringinanyar, Ponggok, Kabupaten Blitar, telah beroperasi dari awal tanpa ahli gizi, Kamis 26 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blitar kembali menuai sorotan serius. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, diketahui telah beroperasi sejak 14 Januari 2026 tanpa didampingi tenaga ahli gizi.

Fakta ini diakui langsung Kepala SPPG Ringinanyar, Widya Trisna Wardhani, saat dikonfirmasi awak media pada Kamis 26 Februari 2026.

“Pas awal memang belum ada, jadi untuk ahli gizinya menyusul. Sekarang sudah ada,” ujar Widya.

Pengakuan tersebut memantik pertanyaan mendasar: bagaimana dapur program nasional yang menyasar anak-anak sekolah bisa berjalan tanpa pilar utama pengawasan gizi?

Baca Juga:
Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, telah menegaskan bahwa keberadaan ahli gizi di setiap dapur MBG bersifat wajib dan tidak bisa ditawar.

Ahli gizi bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan pengendali mutu asupan dan perhitungan nilai gizi setiap menu yang didistribusikan.

Artinya, ketika SPPG Ringinanyar mulai beroperasi tanpa tenaga ahli gizi, dapur tersebut telah berjalan tanpa pengawasan nutrisi profesional pada fase awal distribusi.

Persoalan tak berhenti pada absennya ahli gizi. Hingga kini, SPPG Ringinanyar juga belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Bahkan dokumen dasar berupa Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) juga belum terbit.

Baca Juga:
Mobil Operasional MBG SPPG Sendang 2 di Tuban Tabrak Pasutri, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

“SLHS masih proses, kemarin kita masih pakai lubang biasa (kolam penampungan limbah). Kita sudah ajukan, tinggal pasang grease trap (penyaring lemak),” jelasnya.

“Untuk IKL masih harus dilengkapi, menunggu hasil tes dari pihak Dinas Kesehatan,” imbuhnya.

Penggunaan kolam penampungan limbah sederhana untuk dapur program nasional tentu menimbulkan tanda tanya besar. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum sesuai standar BGN menjadi salah satu penghambat keluarnya izin sanitasi.

Padahal, berdasarkan ketentuan BGN, dokumen IKL dan SLHS merupakan syarat dasar sebelum operasional SPPG berjalan. Namun dalam praktiknya, distribusi makanan telah lebih dulu dilakukan, sementara izin dan pemenuhan standar menyusul kemudian.

Di sisi lain, menu MBG selama Bulan Ramadan juga sempat menuai protes. Salah satu menu pada 24 Februari 2026 terdiri dari satu roti abon, satu buah apel, dan satu butir telur. Nilai totalnya disebut hanya Rp9.100.

“Kalau menu itu nilainya total hanya Rp9.100. Tapi biasanya kan ada porsi besar Rp10.000 dan porsi kecil Rp8.000. Ini kita samakan semua,” terang Widya.

Penjelasan tersebut kembali mengundang perhatian publik, mengingat standar nilai paket MBG yang selama ini disosialisasikan berada pada kisaran Rp 10 ribu per porsi.

Fenomena SPPG yang beroperasi sebelum seluruh izin lengkap bukan kali pertama terjadi di Blitar. Kondisi ini memunculkan kesan bahwa standar administratif dan teknis berjalan di belakang operasional.(*)

Baca Sebelumnya

18 Kasus Narkotika Terungkap, Polda Sumsel Hancurkan Sabu dan Ekstasi Senilai Rp5,7 Miliar

Baca Selanjutnya

Sekretaris Kemendukbangga: Ketahanan Demografi Kunci Indonesia Emas 2045

Tags:

Blitar Kabupaten Blitar SPPG Ringinanyar MBG IPAL ahli gizi Ponggok BGN SPPG

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

15 April 2026 12:41

Kader NasDem Kabupaten Blitar Nyatakan Sikap, Soroti Pemberitaan Majalah Tempo tentang Surya Paloh

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

15 April 2026 09:23

PDIP Kota Blitar Panaskan Mesin Politik, Target Rebut Kembali 10 Kursi dan Kursi Wali Kota

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar