Songgoriti Kota Batu Kian Sepi? Ini Strategi Pramuwisata Lawan Serangan Homestay dan Hotel Baru

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Fisca Tanjung

4 Des 2025 13:55

Thumbnail Songgoriti Kota Batu Kian Sepi? Ini Strategi Pramuwisata Lawan Serangan Homestay dan Hotel Baru
Kawasan Songgoriti yang dipenuhi dengan villa murah, bersaing dengan pesatnya akomodasi penginapan di Kota Batu. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, BATU – Maraknya pembangunan hotel dan vila baru di Kota Batu membuat Songgoriti harus bekerja ekstra mempertahankan pamornya. Kawasan yang dulu dikenal sebagai pusat akomodasi wisata kini harus berbagi pasar dengan banyaknya penginapan baru yang terus bermunculan.

Lesunya kunjungan juga dirasakan Yusuf, salah satu pramuwisata di sana. Ia mengaku sepinya wisatawan sudah terjadi sejak pandemi Covid-19 dan hingga kini belum benar-benar kembali normal.

"Semakin banyak homestay dan hotel dibangun di Kota Batu, akhirnya jumlah tamu di Songgoriti menurun. Mungkin karena kondisi ekonomi juga yang menurun. Terasa dari Covid-19 sampai sekarang masih belum pulih untuk Songgoriti," ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.

Baca Juga:
Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Yusuf sudah menjadi pramuwisata di Songgoriti sejak 1998. Ia bersama 268 pramuwisata lainnya bertugas menyapa tamu dan menawarkan berbagai pilihan vila yang tersedia. Mereka menjadi penghubung penting antara sekitar 300 pemilik vila dan wisatawan yang ingin menginap.

Di hari biasa, durasi menginap para tamu cenderung singkat. Rata-rata hanya satu malam, bahkan banyak yang memilih short time per jam untuk sekadar beristirahat.

Perputaran tamunya memang cepat, tetapi tidak selalu berbanding lurus dengan pendapatan pramuwisata maupun pemilik vila.

Baca Juga:
Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Lonjakan tamu baru terasa saat libur sekolah, long weekend, Lebaran, hingga Natal dan Tahun Baru. Pada periode itu, wisatawan biasanya menginap minimal dua malam.

"Tamu biasanya banyak dari luar kota seperti Surabaya, Jombang, Kediri, Tulungagung, ada luar provinsi juga. Orang yang menginap di sini gak lama. Kalau long weekend biasanya minimal 2 hari stay. Kalau hari biasa kaya gini semalam, gak jangka panjang," jelas Yusuf. 

Meski harus bersaing dengan hotel dan homestay baru, para pramuwisata Songgoriti tetap percaya diri dengan keunggulan kawasan mereka. Bukan hanya karena harganya yang lebih ramah di kantong, tetapi juga karena kenyamanan dan keramahan warga yang sudah menjadi ciri khas.

Sebagian besar warga Songgoriti menjadikan rumah mereka sebagai tempat tinggal sekaligus vila. Karena itulah mereka sudah terbiasa menerima tamu dan membuat wisatawan merasa lebih diterima.

"Kebanyakan campuran antara vila dan rumah karena sifatnya seperti homestay. Itu jadi kelebihannya Songgoriti karena kenyamanan, keramahan dengan tamu. Kita sudah terbiasa dengan tamu," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Kajari Sampang Minta Jurnalis Kawal Penanganan Kasus Korupsi Dana PEN Rp12 Miliar

Baca Selanjutnya

Wajib Dikunjungi! Selecta Kota Batu Siapkan Liburan Seru saat Nataru 2026

Tags:

Villa Songgoriti Songgoriti Kota Batu Villa Batu Penginapan Pramuwisata Persaingan Hotel dan Villa GerebekBatu Gerebek Batu

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar