KETIK, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik terhadap operasi militer Israel di Lebanon yang terus berlanjut dalam beberapa waktu terakhir. Trump menilai serangan yang menyasar gedung apartemen berisiko menimbulkan banyak korban sipil karena tidak semua penghuni bangunan merupakan anggota Hizbullah.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menanggapi eskalasi konflik yang masih berlangsung di Lebanon. Menurutnya, Israel telah terlalu lama memerangi Hizbullah dan konflik tersebut telah menyebabkan banyak korban jiwa.
"Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu dan mereka tak semuanya anggota Hizbullah," kata Trump seperti dikutip Al Jazeera, Selasa, 16 Juni 2026.
Trump juga menyarankan agar Israel memberikan ruang kepada Suriah untuk menangani kelompok Hizbullah. Ia bahkan menilai Suriah dapat melakukan pendekatan yang lebih efektif dalam menghadapi kelompok tersebut.
"Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena jujur saja, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik," ujarnya.
Baca Juga:
Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv Ukraina, 11 Orang Tewas dan Biara Bersejarah TerbakarPernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah serangkaian serangan Israel ke wilayah Lebanon. Situasi tersebut turut memicu respons dari Iran yang selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung utama Hizbullah.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel pada dasarnya berada dalam satu posisi dalam konflik tersebut. Menurutnya, setiap serangan Israel terhadap Lebanon maupun pendudukan wilayah Lebanon dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan sementara yang sebelumnya telah disepakati.
"Menurut pandangan kami, kedua pihak dalam memorandum ini adalah AS dan Israel di satu sisi, dan Iran serta Hizbullah di sisi lain," kata Araghchi.
Ia menegaskan bahwa Iran memandang Lebanon dan Iran sebagai satu kesatuan front dalam menghadapi konflik kawasan. Karena itu, setiap perkembangan yang terjadi di Lebanon akan menjadi perhatian serius bagi Teheran.
Baca Juga:
Iran Tegas: Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Pasukan Wajib Angkat Kaki dari LebanonLebanon sendiri telah lama menjadi arena persaingan pengaruh antara berbagai kekuatan regional dan internasional. Pengaruh Iran di negara tersebut disebut mengalami penurunan setelah perang pada akhir 2024 yang menyebabkan Hizbullah mengalami sejumlah kemunduran militer.
Meski demikian, Araghchi menilai Hizbullah masih memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika politik dan keamanan Lebanon. Ia juga menegaskan Iran meyakini kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya mencakup penghentian pendudukan Israel di wilayah Lebanon.(*)