KETIK, MALANG – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan penjelasan mengenai penundaan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 176 pejabat Pemkot Malang yang sedianya digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Penundaan tersebut dilakukan secara mendadak lantaran ia harus memenuhi panggilan dinas dari pemerintah pusat di Jakarta. Wahyu mengungkapkan, pemanggilan oleh Sekretariat Presiden tersebut berkaitan dengan pembahasan Program Strategis Nasional (PSN). Kota Malang sendiri dipilih sebagai salah satu daerah percontohan atas keberhasilan implementasi program tersebut.

"Jadi, kemarin itu kami dipanggil mendadak terkait dengan PSN, karena Kota Malang ini menjadi salah satu contoh. Kami diundang untuk bisa memberikan gambaran seperti apa PSN yang sudah dilaksanakan, dan beberapa daerah lainnya juga akan diundang," jelasnya ditemui di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu, 4 Oktober 2026. 

Wahyu turut memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemkot Malang untuk mendukung PSN, mulai dari pengoptimalan Sekolah Rakyat hingga pengembangan Koperasi Merah Putih. 

"Banyak, ada beberapa terkait dengan PSN yang ada di Kota Malang ini seperti Sekolah Rakyat maupun Koperasi Merah Putih. Untuk Koperasi Merah Putih, kami sudah melakukan dan memanfaatkan aset yang sudah ada,"

Baca Juga:
Angkat Identitas 5 Kecamatan, Batik Sekar Jagad Pancawarna Khas Kota Malang Resmi Diluncurkan

"Ini menjadi salah satu terobosan, jadi tidak membangun bangunan seperti yang ada di kabupaten. Tetapi, kami manfaatkan aset yang ada agar Koperasi Merah Putih bisa berjalan di tiap kelurahan," bebernya. 

Mengenai kepastian jadwal pelantikan 176 pejabat Pemkot Malang, Wahyu memastikan agenda tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ia menekankan tidak ada perubahan jumlah, nama, maupun komposisi pejabat yang akan dilantik.

"Insyaallah dalam minggu ini kita lakukan, pokoknya segera. Enggak ada yang berubah dan tetap sama," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Unik dan Sehat, Keseruan Yoga Berbusana Batik di Grand Mercure Malang Mirama