Soal Ekstrakurikuler Berbasis Permainan, AH Thony Usul Kembangkan Gim Lokal

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Mustopa

29 Mei 2025 18:31

Thumbnail Soal Ekstrakurikuler Berbasis Permainan, AH Thony Usul Kembangkan Gim Lokal
Potret Tokoh Penggerak Kebudayaan A.H Thony. (Foto: Instagram @ah_thony19)

KETIK, SURABAYA – Kegiatan ekstrakurikuler berbasis gim daring seperti Mobile Legends kini semakin diminati di sejumlah sekolah dan komunitas pelajar di Surabaya.

Selain dianggap sebagai sarana hiburan, kegiatan ini dinilai mampu melatih kerja tim, strategi, hingga keterampilan komunikasi antarpemain.

Namun, di tengah popularitas tersebut, muncul suara dari tokoh penggerak kebudayaan Surabaya, AH Thony, yang mengusulkan pendekatan berbeda.

Ia mendorong agar sekolah maupun komunitas digital mulai mempertimbangkan penggunaan gim lokal terutama yang dikembangkan oleh anak-anak muda Surabaya sendiri sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.

“Dari kebijakan makro Kemendikbudristek tentang Kurikulum Merdeka, saya melihat Dinas Pendidikan mencoba melakukan tracing. Hasilnya, anak-anak suka main game. Itu ditangkap lalu dicoba dijadikan program,” kata AH Thony saat dihubungi pada Kamis 29 Mei 2025.

Namun, menurut Wakil Ketua DPRD Surabaya periode 2019–2024 itu, ada hal lebih substansial yang perlu dipertimbangkan sebelum menjadikan Mobile Legends sebagai ekstrakurikuler.

Thony menilai, perlu ada pertimbangan atas nilai-nilai yang ditanamkan game tersebut kepada siswa.

“Saya lebih senang kalau objeknya bukan Mobile Legends. Lebih baik kita kembangkan game lokal, seperti Perang Surabaya. Tokohnya jelas, sejarahnya kuat, dan bisa membentuk kebanggaan terhadap kota Surabaya,” tegasnya.

Menurut Thony, konsep game lokal seperti itu tak hanya menyenangkan bagi pelajar, tapi juga mendidik.

Menurut Thony anak-anak bisa belajar strategi, memahami sejarah, sekaligus membangun keterikatan dengan cerita perjuangan bangsanya sendiri.

“Kalau Mobile Legends, anak-anak malah mengagumi tokoh-tokoh fiktif. Tapi kalau game-nya Perang Surabaya, mereka akan tahu siapa Bung Tomo, siapa tokoh-tokoh sentral saat itu. Mereka senang belajar sambil bermain,” lanjutnya.

Ia mengingatkan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana jika kebijakan itu dijalankan.

Sehingga, ia meminta pemerintah kota  tidak asal mengadopsi game yang sudah ada tanpa visi pendidikan lokal.

“Sarananya harus disiapkan. Jangan seadanya. Kalau pun mau bikin ekstrakurikuler game, ya sekalian kita buat game yang memuat nilai-nilai lokal. Itu jauh lebih membangun,” demikian AH Thony.

Sebelumnya, Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan Dinas Pendidikan  Kota Surabaya tengah menyiapkan program ekstrakurikuler e-sport, yakni Mobile Legends, bagi siswa jenjang SD dan SMP.

Ia memaparkan, program ini merupakan bagian dari upaya menyesuaikan arah pendidikan dengan minat dan kebiasaan anak di era digital.

Menurutnya, jika diarahkan dengan baik, kebiasaan bermain game justru bisa menjadi peluang pengembangan diri.

“Anak-anak sekarang ini hidup di era digital, kita tidak bisa memungkiri. Maka dari itu, minat mereka harus disalurkan agar lebih terarah,” ujar Yusuf Rabu (*)

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi
Baca Juga:
Kota Surabaya dan Malang Diprakirakan Cerah 14 April 2026, Cek Info Cuaca Jawa Timur
Baca Sebelumnya

VinFast Kenalkan Mobil Listrik dengan Setir Kanan di IIMS Surabaya 2025

Baca Selanjutnya

Berantas Judi Merpati, Satpol PP Robohkan hingga Bongkar Bekupon di TPU Rangkah Surabaya

Tags:

ekstrakurikuler Mobile Legends Dinas Pendidikan Surabaya pelajar Surabaya AH Thony Tokoh Penggerak kebudayaan surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar