KETIK, MALANG – SMKN 7 Malang terus menunjukkan perkembangan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Jika sebelumnya kurang dikenal, kini sekolah tersebut berkembang dengan bertambahnya jumlah siswa dan jurusan, meningkatnya prestasi siswa, serta semakin kuatnya kolaborasi dengan dunia industri.

Perkembangan SMKN 7 Malang menunjukkan transformasi yang signifikan seiring berjalannya waktu. Pada awalnya sekolah tersebut kurang dikenal oleh masyarakat meskipun memiliki berbagai program keahlian.

Seiring dengan berjalannya waktu, keyakinan masyarakat terhadap SMKN 7 Malang semakin tumbuh. Hal itu dapat dilihat dari jumlah murid yang semakin meningkat. Sebelumnya, jumlah siswa berada di sekitar 600, tetapi sekarang kapasitas sekolah telah meningkat menjadi sekitar 1.500 siswa per angkatan.

Perkembangan tersebut tampak tidak hanya pada jumlah siswa, tetapi juga melalui peningkatan mutu jurusan dan hasil karya para peserta didik. SMKN 7 Malang menawarkan berbagai program keahlian yang sangat diminati, antara lain Desain Komunikasi Visual (DKV), Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT), Kuliner, dan Desain dan Produksi Busana (DPB). 

Salah satu jurusan yang mengalami perkembangan adalah DPB yang dulu disebut tata busana. Jurusan tersebut kini dapat memproduksi berbagai karya yang sesuai dengan tren dan kebutuhan masyarakat. Produk yang dihasilkan oleh siswa tidak hanya terbatas lagi, tetapi mulai meluas hingga menciptakan koleksi pakaian anak- anak.

Baca Juga:
Tak Hanya Tempat Rekreasi, Balong Ranca Lentah Bisa Jadi Motor Ekonomi Lebak

“Yang dulunya Tata Busana, sekarang menjadi Desain dan Produksi Busana. Itu juga sangat update dari hasil karya-karya produknya anak-anak. Jadi bisa bersaing dengan sekolah-sekolah yang lebih senior,” jelas Widha selaku humas SMKN 7 Malang.

Untuk menyiapkan lulusan yang siap masuk dunia kerja, SMKN7 Malang memperkuat kerjasama dengan berbagai mitra industri. Sekolah melakukan kerja sama melalui program praktisi mengajar, industri mengajar, penyelarasan kurikulum, hingga kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kolaborasi ini tidak hanya memberi pengalaman kerja kepada siswa, tetapi juga menciptakan kesempatan untuk direkrut langsung oleh perusahaan. Siswa kelas akhir memperoleh pelatihan mengenai persiapan memasuki dunia kerja serta informasi tentang proses rekrutmen.

Selain memperkuat hubungan industri, SMKN 7 Malang terus mendorong siswa untuk meningkatkan keterampilan melalui beragam kompetisi. Siswa memperoleh banyak prestasi di bidang keterampilan seperti Lomba Kompetensi Siswa (LKS), dan berbagai perlombaan lain yang berkaitan dengan keahlian setiap jurusan.

Baca Juga:
SMK Negeri 7 Malang Perkuat Kerja Sama Industri, Cetak Lulusan Siap Kerja

Melalui berbagai inovasi itu, SMKN 7 Malang berusaha mempertahankan keberadaannya sebagai sekolah yang mampu mencetak lulusan berkualitas, mandiri, serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. (*)