KETIK, SURABAYA – Slow jogging semakin diminati masyarakat sebagai pilihan olahraga yang murah, mudah dilakukan, dan tidak membutuhkan perlengkapan khusus. Berbeda dengan lari berintensitas tinggi, aktivitas ini dilakukan dengan kecepatan santai sehingga pelakunya masih mampu berbicara, tersenyum, dan bernapas dengan nyaman selama berolahraga.
Pakar Fisiologi Olahraga UGM, Prof. Dr. dr. Zainal Muttaqin, Ph.D., Sp.BS., menjelaskan bahwa meski terlihat sederhana, slow jogging mampu memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dilakukan secara rutin dan dengan teknik yang benar.
Menurut Zainal, olahraga ini membuat jantung bekerja lebih efektif dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Sirkulasi darah yang semakin baik juga membantu meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi hingga ke jaringan kulit sehingga ikut mendukung kesehatan kulit.
Ia menambahkan, slow jogging menjadi salah satu olahraga yang efektif untuk membantu membakar lemak apabila dilakukan dalam durasi yang cukup lama dengan intensitas ringan hingga sedang.
"Pembakaran lemak itu justru lebih optimal melalui olahraga yang intensitasnya ringan tetapi dilakukan dalam waktu yang lebih lama," ujar Zainal.
Baca Juga:
17.000 Calon Mahasiswa Baru UB Dapat Skrining Kesehatan MentalTak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, slow jogging juga memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis. Aktivitas ini mampu merangsang kerja saraf vagus yang berperan menjaga keseimbangan sistem tubuh antara respons terhadap stres dan proses relaksasi.
Menurut Zainal, stimulasi saraf tersebut membantu seseorang menjadi lebih tenang, sabar, ceria, serta menurunkan risiko stres maupun depresi apabila dilakukan secara konsisten.
Ia menilai manfaat tersebut akan semakin besar jika olahraga dilakukan bersama teman atau komunitas karena interaksi sosial selama berolahraga ikut membangun co-regulation, yakni mekanisme tubuh dalam menjaga keseimbangan emosi.
"Orang yang tubuhnya bugar karena rutin berolahraga biasanya tidak mudah marah, tidak gampang sedih, dan lebih bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari," ucapnya.
Baca Juga:
Kesehatan Mental Tak Cukup Andalkan Es di Ketiak, Ini Kebiasaan yang Dianjurkan PsikiaterZainal menegaskan bahwa siapa pun dapat menjadikan slow jogging sebagai olahraga rutin tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Yang terpenting ialah melakukannya secara konsisten sesuai kemampuan tubuh agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Meski demikian, manfaat tersebut hanya akan diperoleh apabila slow jogging dilakukan dengan persiapan yang tepat. Pemenuhan kebutuhan cairan, penggunaan sepatu yang sesuai, pemanasan, hingga pengaturan durasi latihan menjadi faktor penting agar olahraga ini tetap aman dan terhindar dari risiko cedera. (*)