Sleman Catat Rekor Kasus ISPA! Lebih Parah dari Covid-19? Ini Kata Dinkes

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Fisca Tanjung

28 Okt 2025 12:55

Thumbnail Sleman Catat Rekor Kasus ISPA! Lebih Parah dari Covid-19? Ini Kata Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, mengungkapkan bahwa tren ILI dan ISPA menunjukkan kenaikan signifikan, Selasa 28 Oktober 2025. (Foto: Fajar Rianto/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat lonjakan signifikan kasus penyakit mirip flu atau Influenza Like Illness (ILI) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kenaikan kasus ini bahkan jauh melampaui jumlah temuan Covid-19. Dinkes menduga, perubahan cuaca dan faktor lingkungan menjelang akhir tahun menjadi pemicu utama peningkatan kasus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyebut kasus penyakit mirip flu (ILI) dan ISPA terus menunjukkan peningkatan tajam. Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) per 23 Oktober 2025, lonjakan kasus mulai terlihat sejak minggu ke-21 hingga minggu ke-31 tahun 2025.

"Meskipun data konfirmasi Covid-19 cenderung bervariasi dengan rata-rata 0-2 kasus per minggu, peningkatan tajam pada ILI dan ISPA ini perlu menjadi perhatian serius," ujar Cahya Purnama dalam keterangannya, Selasa, 28 Oktober 2025.

Menurut Cahya, peningkatan kasus ILI dan ISPA bisa menjadi tanda awal naiknya angka penyakit pernapasan secara umum. Berdasarkan analisis data, tren kasus ILI mulai melonjak sejak minggu ke-31 tahun ini, bahkan puncaknya tercatat lebih tinggi dibandingkan periode 2022–2025.

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Hingga 23 Oktober 2025, tercatat ribuan kasus ILI dan puluhan ribu kasus ISPA di Sleman — angka yang jauh melampaui kasus konfirmasi Covid-19 pada periode yang sama.

Imbauan PHBS dan Tindak Lanjut

Cahya Purnama menegaskan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) jadi benteng utama mencegah lonjakan penyakit pernapasan. Ia mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menerapkan PHBS, mulai dari mencuci tangan, memakai masker saat sakit atau di tempat ramai, menjaga sirkulasi udara di rumah, hingga segera berobat bila muncul gejala gangguan pernapasan.

Sebagai langkah cepat, Dinkes Sleman juga telah mengeluarkan lima instruksi utama ke seluruh fasilitas kesehatan (Fasyankes). Di antaranya, peningkatan pemeriksaan (angka testing) dan penguatan sensitivitas penemuan kasus; identifikasi potensi klaster penularan di masyarakat; dukungan pemeriksaan Laboratorium untuk panel respiratori; penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai PHBS dan perilaku pencegahan. Serta peningkatan peran Puskesmas dalam memantau kasus di rumah sakit dan SARs (Sekolah, Asrama, Rutan, dan tempat lain yang padat).

Baca Juga:
'Gas!' Lagu Milik FSTVLST yang Ajarkan Bangkit dari Keterpurukan, Begini Liriknya!

"Menjelang akhir tahun, dengan potensi musim hujan dan peningkatan mobilitas, potensi penularan penyakit pernapasan akan semakin tinggi. Kewaspadaan kolektif dan disiplin pribadi adalah kunci untuk memutus rantai penularan di tengah perubahan cuaca yang ekstrem ini," tutup Cahya Purnama.

Ia tekankan seluruh Fasyankes pelapor juga diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kualitas pelaporan. (*)

Baca Sebelumnya

Kobarkan Semangat Persatuan, Rutan Situbondo Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Baca Selanjutnya

Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Jadi Tersangka Korupsi Proyek Air Minum Rp8,2 Miliar

Tags:

Dinkes Sleman Ispa ILI Kasus Penyakit perubahan cuaca PHBS Pencegahan penyakit Kesehatan Masyarakat cuaca ekstrem Yogyakarta Kesehatan Publik Penyakit Pernapasan

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar