KETIK, KENDAL – Tanggal 21 April selalu menjadi momentum refleksi atas perjuangan R.A. Kartini. Namun bagi Sisca Meritania, S.H., semangat Kartini bukan sekadar kebaya atau seremonial, melainkan kerja nyata di tengah deru alat berat dan tumpukan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

​Sebagai Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Sisca adalah sosok "Srikandi" yang mendobrak stigma. Jika dulu Kartini berjuang melalui literasi, Sisca berjuang melalui kebijakan infrastruktur—memastikan setiap jengkal jalan dan drainase di Kendal dibangun untuk kesejahteraan rakyat.

​Memimpin komisi yang membidangi pembangunan, tata ruang, hingga perhubungan bukanlah perkara mudah. Namun, latar belakangnya sebagai Sarjana Hukum (S.H.) menjadi senjata utama. Sisca dikenal sangat rigid dalam membedah anggaran bersama mitra kerja seperti DPUPR.

​"Politik anggaran harus memiliki landasan legalitas yang kuat dan keberpihakan pada rakyat. Kita tidak hanya membangun fisik, tapi membangun masa depan yang fungsional bagi warga Kendal," tegas kader potensial Partai Gerindra ini.

Baca Juga:
Indah Kumala Dewi, Representasi Kartini Modern yang Berani dan Berintegritas

​Jiwa kepemimpinan Sisca tidak hanya teruji di kursi parlemen. Ia adalah figur yang bergerak di berbagai lini strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat:

  1. Ketahanan Pangan: Sebagai Ketua Pembina DPD Seknas Genta Pangan Mandiri Kendal, ia sadar betul bahwa infrastruktur jalan yang baik adalah kunci distribusi hasil tani yang lancar.
  2. ​Keberanian Berorganisasi: Perannya sebagai Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Kendal membuktikan ketegasannya dalam memimpin organisasi massa, menunjukkan sisi keberanian yang melampaui stereotip gender.
  3. Pembinaan Pemuda: Melalui mandat sebagai Ketua Umum IBCA-MMA Kendal, ia memberikan ruang bagi anak muda untuk berprestasi di jalur olahraga bela diri, menjauhkan mereka dari kegiatan negatif.

​Sisca menepis anggapan bahwa pejabat hanya bisa duduk di balik meja. Dari meninjau kualitas aspal di pelosok desa hingga memastikan proyek jembatan berjalan tepat waktu, ia kerap terlihat turun langsung ke lapangan.

Sikapnya tegas terhadap pelaksana proyek yang nakal, namun tetap persuasif saat menyerap aspirasi warga yang mengeluhkan banjir atau minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU).

​Bagi Sisca, menjadi pemimpin perempuan di bidang "teknis" adalah sebuah pembuktian. Di Hari Kartini ini, ia menyampaikan pesan kuat bahwa perempuan memiliki ketelitian yang lebih mendalam dalam mengawal isu-isu pembangunan.

Baca Juga:
Peringati Hari Kartini, Wakil Wali Kota Tegal Dorong Penindakan Tegas Kasus TPKS

​"Kartini masa kini adalah perempuan yang berani mengambil tanggung jawab di sektor mana pun. Di Komisi C, saya ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan juga ramah terhadap keluarga, perempuan, dan anak-anak," ungkapnya.

​Dengan sinergi antara posisinya di legislatif, peran aktifnya di Partai Gerindra, serta jejaring organisasinya, Sisca Meritania optimis bahwa Kendal bisa menjadi kabupaten yang mandiri secara infrastruktur dan kuat secara ekonomi. (*)