Singgung DD Menyusut, Forum Octahelix di Bondowoso Bahas Solusi Jaga Kemandirian Desa

Jurnalis: Haryono
Editor: Al Ahmadi

28 Mar 2026 01:56

Thumbnail Singgung DD Menyusut, Forum Octahelix di Bondowoso Bahas Solusi Jaga Kemandirian Desa
Program Desa Asuh yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi turut menjadi perhatian dan Dana Desa menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Octahelix Pembangunan Desa yang digelar di Hotel Grand Padis, Jumat (27/03/2026). (Foto: Haryono/Ketik.com)

KETIK, BONDOWOSO – Perubahan signifikan dalam kebijakan Dana Desa menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) Octahelix Pembangunan Desa yang digelar di Hotel Grand Padis, Jumat, 27 Maret 2026.

Forum ini menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan untuk menyusun langkah baru agar desa tetap mampu berkembang di tengah keterbatasan anggaran.

Dalam diskusi tersebut, program Desa Asuh yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi turut menjadi perhatian.

Program ini diposisikan sebagai pendekatan kolaboratif dalam memperkuat pembangunan desa, khususnya di Desa Lombok Kulon, Desa Sumber Wringin, dan Desa Sukorejo yang menjadi fokus pembahasan.

Baca Juga:
Perkuat Struktur Akar Rumput, PDIP Brebes Gelar Fit and Proper Test Pengurus Kecamatan

Sejumlah akademisi hadir sebagai narasumber utama, di antaranya Hermanto Rohman dari Universitas Jember, Dr. Syaeful Bahar dari UIN Sunan Ampel Surabaya, serta Dr. Saihan dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. 

Dalam sambutannya, Dr. H. Muhammad Asnawi Sabil menyinggung soal desa kini harus menghadapi realitas baru terkait penurunan alokasi Dana Desa.

Jika sebelumnya anggaran bisa mencapai Rp1 miliar lebih, saat ini jumlahnya hanya berkisar Rp250 juta hingga Rp300 juta.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berkaitan dengan arah baru pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang mendorong lahirnya Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Baca Juga:
Khofifah Bahas Kerja Sama Sister Province Jatim–Alexandria, Fokus Perdagangan dan Pendidikan

“Koperasi ini diharapkan tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga mampu bersaing dengan ritel modern di pedesaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asnawi menyebut koperasi tersebut ditargetkan dapat berkontribusi hingga 20 persen terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sementara itu, pendekatan Desa Asuh dinilai mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendampingi desa menuju kemandirian.

Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif agar desa tidak terus bergantung pada intervensi pemerintah.

Di sisi lain, Hermanto Rohman mengingatkan bahwa sebelum adanya Dana Desa, ruang gerak pembangunan desa sangat terbatas. Namun, sejak diperkenalkannya konsep SDGs Desa pada 2019, arah pembangunan menjadi lebih komprehensif.

“Pembangunan desa kini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, penurunan Dana Desa justru dapat menjadi titik balik untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan koperasi.

FGD berlangsung aktif dengan pendekatan octahelix yang mengintegrasikan peran pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan. Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat transformasi desa, khususnya dalam skema pembinaan Desa Asuh.

Melalui diskusi ini, diharapkan lahir strategi konkret yang mampu menjaga produktivitas dan daya saing desa, sekaligus mendorong inovasi di tengah keterbatasan sumber daya.(*)

Baca Sebelumnya

Efisiensi BBM, Pakar UIN Malang Dorong ASN Tinggalkan Kendaraan Pribadi Saat Dinas

Baca Selanjutnya

Mayat Dicor di Sungai Citanduy Cilacap, Polisi Ungkap Dalang Pembunuhan WNA Singapura

Tags:

(FGD) Octahelix Pembangunan Desa Kemendes PDTT RI Muhammad Asnawi Sabil Desa Asuh

Berita lainnya oleh Haryono

Ribuan Kursi Menanti, UIN KHAS Jember Buka Seleksi UM-PTKIN 2026

19 April 2026 18:12

Ribuan Kursi Menanti, UIN KHAS Jember Buka Seleksi UM-PTKIN 2026

Tak Hanya Seremoni, Harlah Ke-66 PMII Bondowoso Gaungkan Kebangkitan Gerakan Sosial

18 April 2026 14:23

Tak Hanya Seremoni, Harlah Ke-66 PMII Bondowoso Gaungkan Kebangkitan Gerakan Sosial

Perdagangan Orang Terendus di Bondowoso, Polisi Amankan Tiga Tersangka dan Sita Mobil Pengangkut

18 April 2026 13:19

Perdagangan Orang Terendus di Bondowoso, Polisi Amankan Tiga Tersangka dan Sita Mobil Pengangkut

Jaringan Narkoba di Bondowoso Terkuak, Polisi Amankan 5 Tersangka dan Barang Bukti

17 April 2026 20:01

Jaringan Narkoba di Bondowoso Terkuak, Polisi Amankan 5 Tersangka dan Barang Bukti

Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bondowoso Dibongkar Polisi

17 April 2026 19:46

Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bondowoso Dibongkar Polisi

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

16 April 2026 15:33

Dari Data ke Aksi: Bondowoso Matangkan Strategi Tekan Kemiskinan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend