KETIK, MALANG – Jajaran kepolisian terus menggencarkan upaya mendukung ketahanan pangan melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota, Aiptu Totok.
Untuk memastikan budidaya berlangsung sesuai jadwal, ia pun turun langsung mendatangi lahan pertanian jagung manis seluas 4.800 meter persegi milik Abah Sumantri, yang terletak di Jalan Rajasa, Kota Malang.
Dalam kunjungannya tersebut, Aiptu Totok bersama Abah Sumantri melihat langsung kondisi bibit jagung manis yang tengah dalam proses pengairan. Selain melihat kondisi tanaman, juga membahas tentang potensi hasil panen ke depan.
Aiptu Totok mengatakan, kehadirannya tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat khususnya di sektor pertanian.
"Pendampingan ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan. Sekaligus, memotivasi para petani agar terus produktif dan mandiri," jelasnya kepada Ketik.com, Selasa, 16 Juni 2026.
Baca Juga:
Kreatif dan Ramah Lingkungan, Warga Sleman Sulap Besek Bekas Bungkus Daging Kurban untuk Tanam BrambangIa mengungkapkan, tanaman jagung manis telah mulai ditanam pada 10 Mei 2026 dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 28 Juli 2026 mendatang. Dengan perawatan yang optimal dan sistem pengairan yang baik, hasil panen diharapkan bisa maksimal.
"Kami ingin memastikan proses budidaya berjalan lancar, sekaligus memberikan semangat kepada petani dalam meningkatkan hasil pertanian," tambahnya.
Sementara itu, Abah Sumantri selaku pemilik lahan menjelaskan alasan memilih menanam jagung manis. Menurutnya, jagung manis memiliki nilai ekonomis yang baik serta fleksibel dalam pemanfaatannya.
"Saya menanam jagung manis karena permintaannya tinggi dan perawatannya relatif mudah. Selain itu, hasilnya bisa diolah atau dimanfaatkan dalam berbagai bentuk," terangnya.
Baca Juga:
Jagung Mulai Bertongkol, Kolaborasi Polisi dan Petani di Sukun Malang Targetkan Panen 30 TonIa juga menambahkan, hasil panen jagung manis nantinya akan dibagi dalam dua tujuan. Yaitu, sebagian akan dipanen dalam kondisi muda untuk konsumsi dan sebagian lainnya akan dibiarkan tua untuk menghasilkan jagung kering.
"Jadi, sebagian nanti dipanen muda untuk kebutuhan konsumsi, bisa dimasak atau dijadikan sayur untuk program MBG. Sedangkan sisanya, dipanen tua dan akan dijadikan jagung kering yang bernilai jual cukup baik," pungkasnya. (*)