KETIK, TULUNGAGUNG – Suasana halaman parkir Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung mendadak berubah magis pada Minggu 17 Mei 2026 malam.
Area yang biasanya lengang itu disulap menjadi sebuah bioskop terbuka (layar tancap modern). Ratusan pasang mata tampak terpaku, larut dalam antusiasme tinggi menyaksikan deretan karya lokal dalam acara Gelar Karya Special Screening yang diinisiasi oleh Cipta Karya Layar (CIKAL).
Acara ini bukan sekadar pemutaran film biasa, melainkan panggung pembuktian sekaligus penutup dari rangkaian program intensif Workshop Kreatif Produksi Film. Hanya sehari sebelumnya, Sabtu, 16 Mei 2026, para sineas muda ini digembleng habis-habisan dengan materi sinematografi berbobot di Lotus Garden, Kecamatan Kedungwaru.
Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan yang membuka langsung acara tersebut, tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya cipta luar biasa yang ditunjukkan oleh talenta-talenta muda Tulungagung.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan luar biasa ini. Saya pribadi merasa salut dan bangga melihat talenta-talenta muda Tulungagung yang mampu menghasilkan karya-karya terbaik mereka dalam keterbatasan waktu," ujar Jairi Irawan dihadapan sejumlah awak media.
Baca Juga:
Dorong Pembelajaran Bermakna, Jairi Irawan Gandeng IGI Perkuat Kompetensi Guru di BlitarPria yang akrab disapa sebagai punggawa Golkar Tulungagung ini menambahkan, malam apresiasi ini adalah muara dari kerja keras dan dedikasi para peserta yang diperas selama dua hari berturut-turut.
"Jadi ada dua rangkaian sebenarnya. Hari pertama adalah workshop film; di sana mereka diberikan pemahaman tentang bagaimana penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga cara membangun komunikasi antar-komunitas. Sore harinya, mereka langsung terjun produksi. Semua dilakukan dalam waktu dua hari ini," jelas Jairi.
"Roro Jonggrang" Modern: 2 Hari, 10 Film Pendek Lahir
Baca Juga:
Jairi Irawan Ajak Media Blitar Raya Perkuat Akurasi di Tengah Badai Informasi DigitalBagi Jairi, malam pemutaran ini adalah sebuah pembuktian besar. Di bawah tekanan waktu yang sangat mepet, kreativitas para peserta justru meledak.
"Malam ini adalah pembuktian. Hanya dalam waktu dua hari, mulai dari menerima materi workshop hingga praktik langsung di lapangan, 10 kelompok peserta sukses menyelesaikan karya film pendeknya dan ditayangkan malam ini. Ini adalah potensi raksasa bagi industri kreatif di Tulungagung," imbuhnya dengan nada optimis.
Ketika ditanya oleh media mengenai sistem penilaian dan kriteria juara, Jairi membocorkan bahwa panitia telah menyiapkan penghargaan khusus sebagai bentuk reward atas keringat kreativitas para peserta.
"Ada kategori film terbaik, bahkan hingga aktor dan aktris terbaik. Ini adalah wujud nyata untuk memberikan suntikan semangat kepada mereka, bahwa proses kreatif dan kerja keras mereka sangat dihargai," tegas Jairi.
Kolaborasi apik antara CIKAL sebagai motor kreatif dan DPD Partai Golkar sebagai fasilitator ruang ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini saja.
"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemantik bangkitnya ekosistem perfilman indie di Tulungagung. Sekaligus, menjadi wadah positif dan sehat bagi generasi muda untuk terus menyalurkan bakat seni serta komunikasi visual mereka ke tingkat yang lebih tinggi," pungkas Jairi menutup wawancara. (*)