KETIK, JAKARTA – Patung berwarna emas yang menggambarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kondisi telanjang dipamerkan di kawasan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, sejak Rabu, 7 Oktober 2026.
Karya seni tersebut dibuat seniman asal Denmark, Jens Galschiøt, dan diberi nama The Orang Plague. Patung itu menggambarkan Trump tanpa busana sambil memegang tongkat golf serta timbangan di tangan lainnya.
Di bagian bawah patung terdapat sebuah plakat berisi kalimat satir yang menggambarkan kritik terhadap sosok dan kebijakan Trump.
“Aku sedang duduk di punggung seseorang. Dia tenggelam di bawah beban saya. Aku akan melakukan apa saja untuk membantunya. Kecuali saat turun dari punggungnya -Raja Ketidakadilan-,” demikian tulisan pada plakat tersebut, dikutip Euro News.
Galschiøt mengatakan karya tersebut terinspirasi dari dongeng karya Hans Christian Andersen, The Emperor's New Clothes.
Baca Juga:
Pilot Flydubai Ungkap Detik-detik Mengerikan saat Diserang Kopilot saat MengudaraMenurutnya, patung itu menjadi seruan satir terhadap kebijakan iklim dan politik luar negeri Trump.
Ia mengatakan banyak politikus maupun organisasi nonpemerintah khawatir menyampaikan kritik secara terbuka terhadap Trump dan kebijakannya. Kekhawatiran tersebut antara lain berkaitan dengan kemungkinan deportasi, pemangkasan anggaran, hingga pemberlakuan tarif impor.
“Sebagai bengkel seni independen, kami tak dibatasi oleh ikatan semacam itu,” kata Galschiøt.
Menurut Galschiøt, patung tersebut dibuat untuk mengangkat persoalan yang selama ini dinilai diabaikan sekaligus mendorong perdebatan mengenai kebijakan Amerika Serikat terkait perubahan iklim.
Baca Juga:
Sanksi Sekunder AS Dimulai 23 September, Maskapai Iran Terancam Terisolasi di Dunia“Patung ini dibuat untuk membahas 'masalah yang selama ini diabaikan' dan memulai debat yang diperlukan soal bagaimana AS menghancurkan satu-satunya kesempatan dunia untuk melawan bencana iklim,” ujarnya.
Patung tersebut dipamerkan atas undangan anggota Parlemen Eropa dari sayap kiri Denmark, Per Clausen. Ia mengatakan tidak khawatir terhadap kemungkinan munculnya reaksi dari Trump atas karya seni tersebut.
“Jika seseorang begitu sensitif sehingga tak bisa mentolerir patung ini dipamerkan di Parlemen Eropa, maka mereka tidak pantas berada di panggung dunia,” kata Clausen.
Sebelum dipamerkan di Parlemen Eropa, The Orang Plague pernah ditampilkan dalam demonstrasi “Hands Off Greenland” di Kopenhagen pada awal 2026. Karya tersebut juga pernah dipamerkan dalam konferensi tingkat tinggi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) COP30 di Belém, Brasil, pada 2025.(*)